News Room, Senin ( 22 /06 ) Penutupan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 82 di Kecamatan Pasonggongan, ditandai dengan penandatanganan berita acara penyerahan fisik hasil kegiatan, masing-masing dilakukan oleh Dandim 0827 Letkol Inf Tri Wihadi dan Asisten Ekonomi Pembagunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Ir. H. Djasmo, M.Si. Penutupan TMMD ini digelar dalam upacara resmi yang berpusat didepan Masjid Agung Kota Sumenep, Senin (22/06), dan bertindak sebagai Inspektur Upacara Kepala Badan Kesataun Bangsa dan Politik Propinsi Jawa Timur, Ahmad Jailani dan Komandan Upacara Kapten Infanteri, Ahmad Jailani Danramil 0827 Gapura . Kepala Badan Kesataun Bangsa dan Politik Propinsi Jawa Timur, Ahmad Jailani, ketika membacakan sambutan tertulis Gubernur Jawa Timur, DR. H. Soekarwo, SH, MHum mengatakan, kegiatan TMMD ini merupakan satu-satu program yang pelaksanaannya secara terpadu dan lintas sektoral komponen bangsa, yakni rakyat, TNI, Pemerintah dan lembaga kemasyarakatan. Karena itu, TMMD merupakan kegiatan yang startegis dan efektif, baik dari sisi pembangunan ekonomi, pertahanan dan keamanan, peningkatan cinta tanah air berbangsa serta bernegara. â€ÂProgram TMMD merupakan wujud nyata kesertaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menyukseskan dan mendukung program pemerintah bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemisminan serta pembinaan keamanan wilayah, yang sasarannya Desa miskin dan tertinggal, sehingga bersentuhan langsung dengan masyarakat pedesaan, baik dalam aspek sarana dan prsarana fisik pembangunan,â€Âtegasnya. Ahmad Jailani menyatakan, perangkat Desa dan masyarakat hendaknya hasil program kegiatan TMMD ini dipelihara dan dikembangkan demi kepentingan bersama, sebab, hasilnya merupakan aset pembangunan milik masyarakat yang dibangun dengan jerih payah dan pengorbanan. Sementara itu, Dandim 0827 Sumenep, Letkol Infanteri Tri Wihadi menuturkan, program TMMD yang dipusatkan di 3 Desa, yakni di Desa Lebbeng Barat, Desa Prancak dan Desa Montorna Kecamatan Pasongsongan itu, penyelesaiannya seusai dengan jadwal, pada tanggal 21 Juni 2009. â€ÂPada saat pembukaan, sebenarnya pekerjaan sudah mencapai 75 persen, sehingga tinggal melanjutkan penyelesaiannya saja. Dan, Alhamudillah sudah selesai 100 persen. Saat ini sebanyak 150 Prajurit Kesatuan Caraka Yudha yang melaksanakan TMMD sudah meninggalkan Desa tersebut,â€Âtuturnya. Tri Wihadi menambahkan, dalam melaksnakan kegiatan TMMD yang berupa fisik dan non fisik tidak ada kendala yang berarti, sebab mendapat respon dan dukungan penuh dari masyarakat Desa setempat. Pihaknya dalam melaksanakan kegiatan TMMD ini juga mendapat dukungan dari instansi Pemerintah Kabupaten Sumenep, seperti Diskominfo, Kesbangpollinmas, Dinas PU Cipta Karya, dan Dinas Kesehatan, termasuk organisasi masyarakat dan LSM. ( Yasik, Esha )