Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-12-2006
  • 1580 Kali

KEKURANGAN MINYAK TANAH PERLU SOLUSI

Sumenep-Kominfo News Room : Pemerintah berusaha keras untuk menanggulangi kurangnya stock minyak tanah di Kabupaten Sumenep. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi Tim Penanggulangan Kekurangan BBM, khususnya minyak tanah yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat. Rapat tersebut dilaksanakan di ruang rapat Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Jum’at (08/12) kemarin. Wakapolres Sumenep, Kompol Yusuf Sudarmodjo saat memimpin rapat mengatakan, kekurangan stock minyak tanah itu sebenarnya terjadi tidak hanya di Kabupaten Sumenep. Hal ini disebabkan karena pengurangan kuota pengiriman oleh Depo minyak tanah Camplong. Untuk itu Bupati Sumenep telah melayangkan surat, agar minyak tanah untuk Kabupaten Sumenep ditambah. Ia menambahkan, Tim akan mendatangi Depo Camplong hari Senin (11/12) besok untuk meminta kejelasan permasalahan yang terjadi, dan sekaligus menindak lanjuti surat Bupati. Yusuf Sudarmodjo menggaris bawahi bahwa setelah dilakukan survey lapangan, ternyata dari 133 pangkalan minyak tanah yang ada di Kabupaten Sumenep, ternyata hanya beberapa tempat saja yang stocknya minim. Ia menegaskan, bahwa ini bukanlah kelangkaan seperti diberitakan di beberapa media massa, tetapi hanya kekurangan stock minyak tanah. Atas nama Tim Penanggulangan Kekurangan Minyak Tanah, Wakapolres berharap kepada seluruh masyarakat untuk tenang dan tidak termakan issue. Sebab, tidak ada masalah yang berarti seputar kekurangan minyak tanah. Pihaknya melalui jajarannya dan anggota Tim lainnya akan terus memantau perkembangan di setiap daerah, dan akan terus melakukan kerjasama dalam menanggulangi masalah ini. Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, H. Achmad Sadik, S.Sos menambahkan, seminggu yang lalu Tim ini telah melakukakan monitoring. Sedangkan penyebab dari kekurangan stock minyak tanah itu terjadi karena adanya pengurangan dari Depo Camplong. Bahkan yang terjadi di lapangan, yakni adanya perubahan prilaku masyarakat dalam menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar perahu. Ini ditemukan di beberapa daerah, seperti di Kecamatan Dungkek dan Masalembu. Sedangkan harga eceran saat ini cenderung stabil dalam kisaran Rp. 2.500,00 hingga Rp.3.000,00. ( Adjie, Nita, Esha )