Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-04-2015
  • 452 Kali

Kekurangan Petugas KB Di Arjasa, Pelayanan Tetap Dioptimalkan

News Room, Rabu ( 29/04 ) Kurangnya Petugas Keluarga Berencana (KB) di sejumlah Kecamatan di Sumenep, seperti di Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, memang perlu diupayakan keberadannya di kemudian hari, sehingga program yang ada dapat terlaksana denga baik.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Kabupaten Sumenep, H. Ach. Masuni, SE, MM, Rabu (29/04) mengungkapkan, keberadaan petugas penyuluh KB di sejumlah Desa yang ada di Kecamatan Arjasa memang belum memenuhi standart pelayanan.

“Dari 19 Desa yang ada di Kecamatan Arjasa, jumlah petugas KB hanya ada 4 orang. Padahal, idealnya 1 orang maksimalnya membawahi 2 Desa,”paparnya.

Dijelaskan, jika jumlah petugas penyuluhan sedikitnya sebanyak 10 orang, dan sesuai Juknis (Petunjuk Tekhnis), 1 orang petugas membawahi 2 Desa. Sementara di Kecamatan Arjasa hanya ada 4 orang petugas. Yang membawahi 18 Desa itu yakni, Desa Arjasa, Kalikatak, Duko, Sumber Nangka, Bilis-Bilis, Laok Jang-jang, Kalisangka, Angkatan, Kolo-Kolo, Buddi, Kalingayar, Angon-Angon, Sambakati, Paseraman, Pandeman, Gellaman, Pajenangger, Sawah Sumur, dan Desa Pabian.

Diakui Masuni, untuk memenuhi kekurangan petugas tersebut, pihaknya ke depan akan mengusahakan melakukan rekrutmen baru, meskipun tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Sebab, rekrutmen itu harus disesuaikan dengan kebijakan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah. Dan yang berhak menentukan rekrutmen baru adalah BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan).

Sementara, saat ini petugas di UPT (Unit Pelaksana Tekhnis) Kecamatan Arjasa ada 3 pegawai yang berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil), yakni Kepala UPT, Penyuluh KB dan PLKB. Sedangkan lainnya masih berstatus sukwan yang awalnya merupakan Kader Desa.

"Namun, meskipun petugas terbatas, kinerja petugas tetap harus optimal. Karena di setiap Desa ada Kader Posyandu, PPKBD (Petugas Pembantu KB Desa),”tambahnya. ( Ren, Esha )