Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-11-2007
  • 416 Kali

Kelompok Kerja Madrasah Sapeken Bantah Tudingan FPLPI-P

Sumenep-Kominfo News Room : Gonjang-ganjing adanya dugaan manipulasi data penerima bantuan dana guru kontrak di Kecamatan Sapaken, yang diungkap oleh Forum Perlindungan Lembaga Pendidikan Islam Kepulauan (FPLPI-K) akhirnya koordinator Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kecamatan Sapeken, Abd. Siam angkat bicara. Abd. Siam mengatakan, tuduhan FPLPI-K yang menyebutkan penerima bantuan dana guru kontrak sebanyak 97 lembaga tidak benar, sebab penerima bantuan di Kecamatan Sapeken yang tertampung dalam APBD 2007 sebanyak 91 lembaga dan masih ada 14 lembaga yang tidak menerima bantuan, karena lembaga tersebut masih baru berdiri. Sebenarnya dugaan perubahan itu karena ada penambahan 21 lembaga pendidikan untuk menerima bantuan dana guru kontrak, hanya saja lembaga tersebut sebelumnya tidak mengusulkan, dan pihaknya mendapat kewenangan untuk memberikan bantuan tersebut. Abd. Siam menyatakan, pihaknya juga tidak pernah melakukan pemotongan sebesar Rp. 1 juta kepada masing-masing penerima, dan mekanisme penyerahannya bertempat di Kecamatan secara langsung terhadap 91 penerima bantuan. Seperti yang diinformasikan sebelumnya, FPLPI-K menemukan adanya dugaan manipulasi data penerima bantuan dana guru kontrak di Kecamatan Sapeken. Temuan FPLPI-K diantaranya pemalsuan piagam lembaga, KTP penerima dan pemotongan sebesar Rp. 1 juta. Sementara itu masing-masing lemabga pendidikan memperoleh bantuan sebesar Rp. 2,5 juta terhitung mulai bulan Januari hingga Oktober 2007. ( Yasik, Esha )