Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-06-2013
  • 490 Kali

Kelompok Tani Sumber Sari Juara I Budidaya Kedelai Jatim

News Room, Selasa ( 18/06 ) Prestasi Kabupaten Sumenep, khususnya di bidang pertanian boleh dibanggakan, terbukti tahun 2013 ini sejumlah Kelompok Tani di Sumenep meraih prestasi yang membanggakan di tingkat Propinsi Jawa Timur. Seperti halnya yang diraih Kelompok Tani “Sumber Sari” Desa Gadu Barat Kecamatan Ganding, meraih Juara I Budidaya Tanaman Kedelai di Propinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Haryanto, M.Si mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Kelompok Tani Sumber Sari. Apalagi sejak awal memang sudah dipersiapkan, bagaimana kelompok tani tersebut secara adminitrasi maupun teknis produktifitasnya sesuai yang diharapkan, sehingga wajar jika meraih prestasi terbaik di Jatim. “Namun, kami harapkan tidak hanya puas dengan hanya Kelopok Tani Sumber Sari yang meraih prestasi, tapi bagaimana kelompok tani yang lain bisa melakukan hal yang sama,”ujarnya. Semua petani bisa melaksanakan teknis pertanian dengan baik dan secara administrasi kelompok tani juga bagus. Dan yang tidak kalah pentingnya pula, petani bisa memanfaatkan hasil pertaniannya tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, namun bisa menambah efek samping untuk mencukupi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Sementara saat ini, untuk menanggulangi pasokan dan persoalan harga hasil pertanian, khususnya hasil tanaman kedelai diakui Bambang belum bisa diarahkan untuk dilakukan penampungan. Apalagi hasil produktifitasnya belum mencukupi untuk sampai dijual keluar apalagi hingga di eksport. Namun, setidaknya Bambang berharap para kelompok tani harus terus mencari informasi pertanian, khususnya bagi para pengurus kelompok tani seksi pemasaran, harus terus berupaya mencari informasi dan melakukan inovasi dalam melakukan pemasaran yang lebih menjanjikan disejumlah pasar-pasar khususnya di Sumenep sendiri. “Kami siap menfasilitasi untuk memberikan informasi pasar yang bisa memberikan informasi terkait pasar-pasar yang melakukan jual beli hasil pertanian seperti padi maupun tanaman polowijo lainnya,”terangnya. ( Ren, Esha )