News Room, Selasa ( 04/02 ) Keluarga mantan Kepala Desa Kasengan, Kecamatan Manding, dibantai oleh keponakannya sendiri, pada Selasa (04/02) dini hari. Akibatnya, H. Busairi (80), mantan Kepala Desa (Kades) setempat, tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Aksi sadis yang dilakukan oleh Kholilurrahman (17) yang masih keponakan korban itu, juga melukai isteri, anak, dan menantu korban, yang saat ini masih dalam kondisi kritis, akibat luka tusukan pisau pelaku. Informasi di lapangan, saat dini hari pelaku datang ke rumah H. Busairi. Tanpa sebab jelas, pelaku tiba-tiba mengamuk dan menyerang korban dengan pisau dapur. Akibatnya, korban langsung tewas tersungkur setelah pelaku menusuk kepalanya dengan pisau dapur. Melihat peristiwa itu, Suhaimi (50), menantu korban, langsung berlari bermaksud menolong korban. Namun malang, pelaku justru makin membabi buta menyerang dan menusuk Suhaimi hingga luka parah di perutnya dengan usus terburai. Selain itu, pelaku juga menyerang Mardiana (65), isteri Busairi, dan Nurhayati (48), istri Suhaimi yang berlari ke teras rumah. Pelaku menyerang dengan pisau dapur yang masih dipegangnya. Kedua wanita itu luka tusuk di paha, dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk mendapatkan perawatan. Wakapolres Sumenep, Komisaris Polisi Sujiono menerangkan, pelaku berhasil ditangkap dengan dibantu warga setempat. "Pelaku sudah diamankan di Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Sumenep, untuk menjalani proses penyelidikan,"terang Wakapolres Sumenep, Selasa (04/02). Untuk motif dari aksi sadis pelaku itu, lanjut Wakapolres, masih belum diketahui, karena tim penyidik sedang memeriksa pelaku. "Kami belum tahu, apa motif penganiayaan itu, karena pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Sumenep,"ungkapnya. Sementara, ketiga korban lainnya, yakni Mardiana (65), Nurhayati (48), dan Suhaimi (50), harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. ( Nita, Esha )