News Room, Senin ( 27/12 ) Pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pragaan, Kabupaten Sumenep, dikeluhkan keluarga pasien. Pasalnya, tukang sapu di Puskesmas tersebut, memasukkan jarum infus pada pasien layaknya tenaga medis. Peristiwa tersebut menimpa, Anis Fitriyah (8), warga Desa Sentol Daya, Kecamatan Pragaan. Pasien yang hasil diagnose menderita demam tersebut mengalami bengkak ditangan kiri, yang akhirnya diputuskan untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Pamekasan. Salah seorang kerabat pasien, Abdullah, mengaku sangat kecewa dan menyesalkan pelayanan medis di Puskesmas Pragaan itu, dengan melibatkan tukang sapu bisa ikut campur memasukkan jarum infus pada pasien tersebut. “Ini adalah kejadian yang sangat urgen, kenapa tukang sapu bisa memasukkan jarum impus ke pasien,”kata Abdullah, dikantor DPRD Sumenep, Senin (27/12). Dengan kejadian itu, kata Abdullah, pihaknya terpaksa melaporkan pada anggota dewan, sebab tidak ingin ada peristiwa serupa yang mengancam keselamatan pasien lain. Sementara, bapak pasien, Zubaidi (32), warga Sentol Daya, Kecamatan Pragaan, juga mengaku sempat protes pada tukang sapu berinisial S. Namun, jarum infus tersebut tetap dimasukan. “Karena tidak diindahkan, dan melihat tangan anak saya bengkak, kami pun langsung memutuskan dirujuk ke RS Pamekasan. Kami tidak mau menanggung resiko akibat kelalain petugas Puskesmas Prgaan,”ungkapnya. Ditempat terpisah, Kepala Puskesmas Pragaan, dr. Hj. Erliyati membantah jika tukang sapu ikut memasukan jarum impus pada pasien. “Tidak benar itu, mbak ! Kalau hanya mematikan infus bisa saja terjadi. Kalau memasukan jarum infus pada pasien kan ada ilmunya. Ini pekerjaan perawat. Tidak mungkin kami membiarkan tukang sapu memasukkan jarum infus pada pasien,”tegas dr. Hj. Erliyati, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya. dr. Hj. Erliyati menduga, keluarga pasien salah paham dengan petugas di Puskesmas. Sebab, saat pasien ramai kadang perawat tidak menggunakan seragam. “Jangan-jangan perawat yang tidak menggunakan seragam itu disangkanya tukang sapu,”pungkasnya. Meski demikian, pihaknya berjanji, jika perawat atau staf Puskesmas Pragaan menyalahgunakan kode etik medis, tetap akan ditindak tegas. “Dan, kami mengucapkan terima kasih atas masukan warga. Ini sebuah masukan supaya para petugas di Puskesmas Pragaan bisa meningkatkan pelayanan pada pasien,” terangnya.( Nita, Esha )