News Room, Rabu ( 15/05 ) Pulau Madura memiliki kekayaan busana yang sangat luar biasa. Tetapi, hanya satu yang benar-benar telah menjadi ikon bagi Indonesia, yakni batik. Hal ini karena batik telah dianggap sebagai warisan dunia non bendawi oleh PBB. Sebagai ikon Indonesia, keberadaan seni batik juga tak bisa dilepaskan dari pulau Madura. Hal tersebut diakui Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Ny. Nurfitriana Busyro Karim, pada pembukaan Pelatihan Dasar (Pelandas) Batik Tulis Madura tahun 2013, Selasa (14/05) kemarin. Menurutnya, Madura memiliki seni batik yang sangat primadona dan menggoda dunia, karena kualitas dan motif-motifnya yang begitu khas, yang tidak akan dijumpai di daerah lain. “Karena kekhasannya itulah, tahun lalu, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) menjadikan batik Madura sebagai ikon kereta api dari Jawa Timur. Ini sungguh membanggakan, membuktikan bahwa batik Madura memang benar-benar diakui oleh semua orang,”ujarnya. Bahkan, menurut kabar, banyak orang dari Cina dan Jepang datang ke Madura hanya untuk memborong batik yang dianggap sebagai keajaiban karya seni. Potensi yang besar seperti itu, akan menjadi sia-sia manakala tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. terutama dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi, di Kabupaten Sumenep ada 332 Koperasi Wanita (Kopwan) dan 22.000 usaha mikro kecil dan menengah. Potensi luar biasa harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Melalui pelatihan tersebut, akan muncul pengrajin-pengrajin batik baru yang mampu meneruskan ahli batik-batik di Kabupaten Sumenep. Seperti yang sudah tidak asing lagi bagi kita, yakni Ahmad Zaini dari Desa Aeng Tongtong, yang telah terkenal tidak hanya di Madura, tapi juga sampai di luar negeri. Oleh karena itulah, saya berharap, para peserta pelatihan bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini. Seraplah semua materi yang diajarkan oleh nara sumber dengan sebanyak-banyaknya, agar saudara memiliki wawasan dan pengetahuan yang makin berkembang. Pesan saya, jika saudara telah selesai mengikuti pelatihan ini, hendaknya apa yang telah didapatkan di pelatihan ini diimplementasikan untuk mendukung kerajinan batik di tempat saudara-saudara. Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Sumenep, Imam Trisnohadi, SH, M.Si menjelaskan, kegiatan Pelatihan Dasar Baik Tulis Madura merupakan kegitan non APBD Kabupaten Sumenep yang merupakan bentuk kepedulian dengan kerjasama PT. BPR Bhakti Sumekar dengan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep. “Melalui kegiatan ini merupakan bentuk pemberdayaan terhadap Koperasi dan UKM untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan melalui sumber daya yang dimiliki,”ujarnya. Dengan meningkatkan kreatifitas serta terus mengembangkan inovasi akan mampu mengembangkan usahanya secara mandiri, serta menciptakan lapangan kerja baru. Peserta pelatihan sebanyak 40 peserta, terdiri dari pengurus Kopwan 19 orang, dari Sanggar Batik 18 orang, serta unsur lainnya 3 orang. Dengan pemateri dari pengusaha batik Pekandangan Bluto, BPRS, dan dari Dinas Koperasi dan UKM Sumenep sendiri. ( Ren, Esha )