News Room, Senin ( 18/01 ) Meski alokasi dana pengembangan dan pembangunan pariwisata tidak terakomodir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010, namun Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparopa) Kabupaten Sumenep bertekad untuk mengembangkan sejumlah obyek wisata. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupten Sumenep, Drs. Ec. H. Moh. Nasir, MM mengatakan, pengembangan pariwisata pada tahun ini, sebanyak 14 obyek wisata, baik wisata alam maupun budaya masyarakat, yang tersebar di Kecamatan daratan dan kepulauan. Rencana dana untuk pengembangan pariwisata itu, pihaknya mengupayakan dana melalui subsidi APBD Pemerintah Propinnsi Jawa Timur dan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Bahkan pihaknya juga berusaha dana pengembangan pariwisata melalui investor yang berminat menanamkan modalnya di Kabupaten Sumenep. â€ÂUntuk memperoleh kucuran dana dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Pemerintah Pusat dan investor, kami sudah membuat proposal tentang wisata Kabupaten Sumenep. Tapi kami harapkan dari investor yang mempunyai keinginan besar untuk mengembangkan dunia parisiwata di Kabupaten Sumenep,â€Âtegasnya. H. Moh. Nasir menyatakan, pengembangan dan pembangunan pariwisata hakekatnya untuk menarik pengunjung wisatawan, baik lokal maupun manca negara berkunjung ke Kabupaten Sumenep, setelah beroperasionalnya Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). â€ÂKami menilai, sudah selayaknya Kabupaten Sumenep mengembangkan kekayaan dunia pariwisatanya, sehingga banyak wisatawan yang berdatangan ke Kabupaten Sumenep,â€Âungkapnya. Salah satu pengembangan dan pembangunan pariwasata, untuk wisata alam yakni obyek wisata Gili Labak Kecamatan Talango yang sangat potensial menarik kunjungan wisatawan. ( Yasik, Esha )