News Room, Kamis ( 02/04 ) Kenaikan bahan bakar rumah tangga seperti gas, listrik dan bahan bakar sebesar 0,36 persen, memicu terjadinya Inflasi di Kabupaten Sumenep pada bulan Maret 2015 yang mencapai 0,34 persen.
Laju inflasi di Sumenep ini melampaui Jawa Timur sebesar 0,31 persen dan nasional 0,17 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno menjelaskan, jika dilihat dari 8 Kota IHK di Jatim, inflasi tertinggi terjadi di Surabaya sebesar 0,36 persen, diikuti Sumenep, dan Malang masing-masing sebesar 0,34 persen.
"Kemudian Kediri 0,28 persen, Madiun 0,27 persen, Jember 0,15 persen, dan Banyuwangi sebesar 0,09 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Probolinggo sebesar 0,02 persen,"kata Suparno, Kamis (02/04).
Untuk komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah bawang merah, beras, bensin, bahan bakar rumah tangga, rokok kretek, cabai rawit, sewa rumah, tongkol segar, gula pasir dan tongkol pindang.
"Meski bulan Maret mengalami inflasi, namun kalau secara tahun kalender dari Januari-Maret 2015, Sumenep mengalami deflasi sebesar 0,49 persen. Kondisi serupa Jatim juga deflasi 0,02 persen, dan nasional deflasi sebesar 0,44 persen,"ungkapnya. ( Nita, Esha )