News Room, Jum’at ( 22/10 ) Upaya Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep untuk menjalin kemitraan dengan pihak luar dalam rangka peningkatan potensi lahan perkebunan dan kehutanan di Sumenep, yang salah satunya melaksanakan alih teknologi tanaman perkebunan di Sumenep, disambut baik masyarakat petani. Seperti halnya respon yang diberikan masyarakat petani Desa Jenang Kecamatan Batang-batang, yang memiliki potensi perkebunan Kelapa Jenang. Karena, diharapkan melalui alih teknologi itu bisa membantu petani dalam mengembangkan usahanya lebih baik lagi. Kepala Desa Jenang, Rusdiyanto mengungkapkan, upaya Dishutbun tersebut hendaknya betul-betul bisa direalisasikan di daerah yang betul-betul memiliki potensi tanaman kehutanan bagus, sehingga tidak sampai mubadzir, seperti program lain yang banyak salah sasaran. Misalnya saja, ketika akan mengembangkan potensi kelapa kopyor yang selama ini harganya tidak bisa diprediksi, padahal kelapa kopyor, yang biasa disebut “nyior poan” merupakan kategori buah mewah, dan seharusnya lebih mahal dari harga yang biasa digunakan petani saaat ini. Menurutnya, potensi Desanya yang memiliki daerah areal kelapa kopyor cukup banyak terdapat di 2 Dusun, yakni di Dusun Paotoan dan Dusun Nyabungan. Dan mereka sudah secara turun temurun mengelola potensi Desanya. “Bisa dikatakan potensi kelapa kopyor di 2 Dusun tersebut hampir tidak pernah putus setiap musim,”ujarnya. Berbeda dengan hasil pohon siwalan, yang biasanya pada musim hujan sulit diperoleh, sehingga produksinya, seperti untuk produk gula merah, terjadinya hanya pada musim keluar air siwalan, yakni musim kemarau. Sementara untuk pohon siwalan, hampir setiap hari petani tidak pernah kehabisan stok, karena itu banyak para pembeli yang datang langsung ke Desanya untuk sekedar kebutuhan konsumsi sendiri maupun untuk dijual kembali. Ada pula petani yang sudah memiliki langganan di rumah-rumah makan, sehingga tinggal mengirim seminggu sekali. Karena itu, Rusdiyanto berharap, jika usaha petani bisa dikembangkan akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Sebab, selama ini masyarakat Desa jenang hanya mengandalkan penghasilan dari sektor pertanian, seperti jagung, palawija dan kacang-kacangan yang hasilnya tidak bisa terlalu diandalkan. ( Ren, Esha )