Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-04-2008
  • 812 Kali

Kepala UPTD Puskesmas Batuputih Dukung Program Dasokes

News Room, Jum’at ( 05/04 ) Lahirnya gagasan Kepala Desa Batuputih Laok yang melaksanakan pilot project Dana Sosial Kesehatan (Dasokes), mendapat respon positif Kepala UPTD Puskesmas Batuputih, dr. Hj. Dwi Reknani, M.Si, M.Kes saat dijumpai News Room di kantornya, kemarin. Menurutnya, program Dasokes tersebut merupakan pemikiran yang bagus, sebab dalam rangka Desa Siaga memang menjadi sebuah syarat untuk melaksanakan kemandirian masyarakat. Salah satunya juga kesadaran untuk mengansuransikan dirinya, sehingga jika suatu saat dijumpai kesulitan, maka akan keluar dari persoalan tersebut. Dijelaskan dr. Dwi Reknani, dalam rangka pelaksanaan Desa Siaga, Pemerintah Kabupaten Sumenep memang mengharapkan di setiap Kecamatan ada satu Desa percontohan yang dapat menjadi pendorong bagi Desa yang lain untuk melaksanakan program yang sama. Sehingga diharapkan pola pikir masyarakat yang hanya menggantungkan semua persoalan pada pemerintah, sedikit demi sedikit akan terkurangi. Ditambahkan, Desa Siaga memang harus menyiapkan kemandirian untuk menjaga diri dan lingkungannya serta tidak bergantung kepada pemerintah. ”Dengan program Dasokes yang dilaksanakan Desa Batuputih Laok ini, sebagian masyarakat yang ingin berobat ke Puskesmas tidak akan segan-segan lagi. Sebab program ini bisa untuk semua lapisan masyarakat Desa setempat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Berbeda halnya dengan yang Askeskin, yang dikhususkan bagi masyarakat miskin yang memiliki Kartu Askeskin. Sementara bagi yang tidak miliki kartu Askeskin, tidak bisa dilayani.” ujar istri KH. Khairul Amin, SH ini. Meski diakui dr. Dwi Reknani, jika yang dilaksanakan Desa Batuputih Laok dengan Dasokes ini baru pelayanan kesehatan dasar, namun diharapkan atas respon yang sangat baik dari masyarakat, diharapkan kedepan sebagaimana di sampaikan Kepala Desa Batuputih Laok, Sucipto akan dikembangkan lagi rawat inap dan sebagainya. Yang jelas, Dasokes ini menurut dr. Dwi Reknani telah membantu mengurangi beban pemerintah dalam rangka pelayanan kesehatan masyarakat. Bahkan diakui, kemungkinan program ini baru pertama kali di Kabupaten Sumenep maupun di Jatim bahkan mungkin pula di Indonesia. ( Ren, Esha )