Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-09-2010
  • 360 Kali

Kepulauan Tetap Perlu Penambahan Armada Laut

News Room, Kamis ( 16/09 ) Rutinitas mudik dan balik lebaran Idul Fitri 1431 Hijriyah di kepulauan, perlu terus menjadi pemikiran bersama, baik Pemerintah Kabupaten Sumenep, Legislatif maupun pengambil kebijakan lainnya ,serta pihak pengusaha penyeberangan laut, sehingga persoalan klasik yang selalu dihadapi masyarakat kepulauan pada musim-musim tertentu, tidak selalu terjadi. Hal tersebut diungkapkan anggota DPRD Sumenep asal kepulauan, Dulsiam, MPd ketika ditemui sejumlah wartawan, Kamis (16/09). Menurutnya, selama kegiatan mudik dan balik pada lebaran Idul Fitri tahun ini memang belum ada perubahan yang berarti. Sementara tingkat bepergian masyarakat saat ini semakin padat. “Paling tidak, meskipun tidak selamanya, namun menjelang rutinitas yang padat seperti kegiatan mudik dan balik lebaran ada solusi untuk meningkatkan pelayanan pelayaran ke kepulauan,”ujar politisi asal PKB ini. Caranya tegas Dulsiam, mungkin dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan angkutan laut untuk menambah armada khusus yang melintasi daerah kepulauan yang masih belum terlayani armada kapal. Namun, masih menggunakan perahu layar dan mesin berkapasitas kecil. Seperti halnya, pulau Sapeken yang masih belum memadai meskipun sudah dilalui kapal perintis, namun pada mudik kemarin terlihat penumpang berlebih, hingga banyak yang terpaksa turun kembali karena melebihi kapasitas. Bahkan, sebagian memilih melakukan perjalanan laut secara estafet dengan menggunakan kapal kecil ke pulau yang dilalui armada kapal, seperti halnya ke pulau Kangean. Padahal tegas Dulsiam, sebagian masyarakat Sapeken juga banyak yang balik ke Jawa dan Bali melalui jalur laut. Disamping itu tegas Dulsiam, menjelang masuk kerja dan masuk sekolah bagi para PNS dan guru yang bertugas di kepulauan, terkadang karena alasan tidak ada kapal, mereka menunda keberangkatnnya. Padahal, mereka sudah ditunggu masyarakat untuk melaksanakan kewajibannya sebagai abdi negara. Karena itu pihaknya juga berharap, khususnya kepada para guru maupun Kepala Sekolah yang bertugas di kepulauan, sebaiknya berangkat sebelum waktu masuk sekolah tiba, sehingga tidak terlambat ketika sudah harus mengajar. “Sebab, yang terjadi selama ini seringkali dengan alasan menunggu kapal, mereka bisa berhari-hari dan berminggu-minggu belum kembali ke tempat tugasnya,”pungkasnya. ( Ren, Esha )