News Room, Senin ( 15/11 ) Mahkamah Konstitusi (MK) menilai kesadaran masyarakat lebih baik daripada kesadaaran berkonstitusi di kalangan elite politik. Ditemui seusai sosialisasi Mahkamah Konstitusi (MK) RI, dan UUD Negara RI 1945 serta Pengembangan Budaya Sadar Berkonstitusi, di Hotel Utami Sumekar Sumenep, Senin (15/11), Ketua MK, Mahfud MD mengatakan, kesadaran masyarakat memang lebih baik jika dibandingkan dengan kalangan elite politik, sebab permainan-permainan yang dilakukan oleh elite politik sering merusak kesadaran masyarakat untuk berkonstitusi. Dalam melakukan permainannya itu, elite politik sering mengajak masyarakat untuk tidak taat dan patuh pada konstitusi. Karena itu, saat pihaknya sudah mulai melakukan pembenahan kesadaran berkonstitusi di tingkat elite politik. ”Mulai saat ini, sudah dilakukan pembehanan untuk membangun kesadaran berkonstitusi di tingkat elite, meski tidak mudah memperbaikinya, sebab menyangkut struktur dan kekuasan, bahkan menyangkut prosedur yang kadang-kadang bisa melidungi pelanggaran,”tegasnya. Mahfud MD menyatakan, pihaknya tidak bisa memperkirakan berapa lama pembenahan kesadaran berkonstitusi di kalangan elite politik, sebab setelah masa transisi dari Orde Baru ke Reformasi yang berjalan selama 12 tahun, belum membangun kesadaran elite politik berkonstitusi. Padahal, di negara lain hanya membutuhkan waktu selama 5 tahun hingga 6 tahun saja untuk melakukan perbaikan. ”Selama 12 tahun berjalan, reformasi belum jelas juga polanya, karena banyak hambatan-hambatan, dan ini yang harus kita pikirkan bersama, termasuk pengawasanya tidak diklakukan pihak tertentu saja, tapi juga dilakukan oleh masyarakat,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )