Sumenep Kominfo News Room : Penempatan Bambang Sudibyo sebagai Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) kurang tepat, karena kurang ahli dalam bidang pendidikan dan kinerjanya tidak professional dalam melaksanakan salah satu Rencana Strategis (RENSTRA) pembangunan di bidang pendidikan. Dikatakan, bahwa pendidikan yaitu membentuk anak didik yang cerdas kompetitif, padahal yang terpenting bukan hanya masalah itu, akan tetapi membentuk anak yang cerdas dan beriman. Hal itu diungkapkan Ketua PPLP PGRI Pusat, Moh. Rusli Yunus, ketika melantik Pengurus PPLP Perguruan Tinggi (PT) PGRI dan STKIP PGRI Sumenep, Kamis pagi (30/11). Moh. Rusli Yunus menuturkan, Renstra pendidikan itu tidak berdasarkan Pancasila. Karenanya pihaknya menolak terhadap Renstra tersebut, mengingat pendidikan merupakan salah satu bagian tulang punggung pembangunan negara. Sebagai bentuk penolakan, PGRI telah melakukan protes ke Mendiknas, namun tidak mendapat respon positif. Moh. Rusli Yunus mengaku, bahwa seorang Mendiknas harus merupakan seorang Indikator yang professional dan mengerti pendidikan, sehingga wajah pendidikan ditanah air tidak buram, karena itu pihaknya berharap President mengganti Mendiknas Bambang Sudibyo. Selain itu PGRI juga mempertanyakan anggaran pendidikan nasional yang belum mencapai 20 prosen sesuai dengan Undang-Undang, karena untuk memajukan pendidikan memang membutuhkan biaya yang sangat besar. ( Yasik, Soek, Esha )