News Room, Sabtu ( 02/05 ) Enam orang yang mengaku wartawan dari Media Ekspose Kabupaten Pamekasan, nyaris digebuki warga Desa Batang-batang Laok Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Sabtu (02/05) pagi. Mereka hendak mengklarifikasi dugaan penyelewengan beras untuk orang miskin (Raskin) pada Kepala Desa (Kades) Batang-batang Laok, Endang Susni. Namun, antara wartawan dengan Kades terjadi perdebatan. Ketegangan dan cekcok mulutpun tidak dapat dihindari. Warga sekitar yang mengetahui hal tersebut hendak menggebuki 6 wartawan tersebut yang dinilai membuat resah. Beruntung pihak aparat kepolisian dari Polsek setempat segera ke tempat kejadian perkara (TKP). Ke 6 wartawan itu, yakni Wafi dan Habib, keduanya asal Kabupaten Pamekasan. Mukhlis, Erfandi, Asrama dan Kurniawan, ke empatnya asal Kabupaten Sumenep. Kapolsek Batang-batang, Iptu Abd. Mukid menjelaskan, 6 wartawan yang identitasnya diragukan itu hendak mengklarifikasi pendistribusian raskin yang diduga dijual seharga Rp. 25.000,00 per-15 kilogram oleh Kades. “Tapi, pihak Kades tetap pada pendiriannya, jika raskin itu dijual hanya sebesar Rp. 24.000,00 per-15 kilogram, dan tidak ada penyimpangan. Namun, belum sempat mengklarifikasi secara tuntas antara wartawan dengan Kades tegang, dan terjadi cekcok mulut,â€Âkatanya. Ia menerangkan, sebelumnya ke 6 orang yang mengaku wartawan itu, sering mengancam Kades terkait dugaan penyelewengan tersebut. “Sudah 3 kali ancaman dilayangkan pada Kades melalui telepon. Tapi, kali ini mereka nekat menemui Kades Batang-batang Laok,â€Âterangnya. Ke 6 wartawan tersebut saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik, selain diragukan identitasnya, mereka akan dipertemukan kembali dengan pihak Kepala Desa Batang-batang Laok agar persoalan tersebut tidak semakin memanas. ( Nita, Esha )