News Room, Kamis ( 13/08 ) Setelah sebelumnya Kodim 0827 Sumenep melaksanakan program rehabilitasi seribu rumah tidak layak huni menjadi rumah sehat yang merupakan program seratur hari Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim pada bulan Juni hingga Juli lalu, kali ini kembali melaksanakan kegiatan yang sama dengan sasaran 118 Unit untuk rehabilitasi sosial rumah tak layak huni dan 2 unit untuk pembuatan MCK dan MWK sebagai sarana lingkungan. Bahkan kegiatan rehabilitasi rumah tersebut sudah dilakukan sejak selasa 11 Agustus kemarin dan diharapkan dalam dua bulan kedepan semua sudah tuntas. Hal tersebut ditegaskan Pasiter Kodim 0827 Sumenep, Kapten Inf. Tarjono ketika ditemui News Room dikantornya tadi siang, Kamis (13/08). “ Kegiatan rehabilitasi rumah saat ini merupakan program Departemen Sosial bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat, karena itu semua data penerimah sasaran langsung dari pusat melalui pengajuan data dari Dinas Sosial Sumenep sebelumnya,†ujar Tarjono. Dijelaskan, sebelumnya memang sempat terjadi kendala dibawah. Sebab dari daftar yang ada ketika dilakukan pengecekan langsung ke lapangan sudah banyak yang berubah menjadi rumah gedung, pindah dan sebagaianya. Sehingga diakukan koordinasi kembali dengan Dinas Sosial Sumenep untuk lakukan pendataan kembali terhadap rumah yang diusulkan dan masuk daftar RTL. Sebab menurut Tarjono dari 118 daftar yang ada hanya sekitar 27 rumah yang benar-benar ada dan layak untuk dilakukan rehabilitasi. Sedangkan sisanya sudah terbangaun, ada yang sudah mendapat bantuan dari program seribu rumah sebelumnya dan sebagainya. Namun, akhirnya melalui koordinasi dengan melibatkan anggota dibawah untuk melakukan pengecekan kembali dari daftar RTL yang diajukan Dinas Sosial Sumenep, dapat disepakati untuk dialihkan ke rumah lain yang layak dibantu baik di Desa setempat maupun di pindah ke Desa lainnnya di Kecamatan yang sama. Sedangkan alokasi sasaran RSRTLH kali ini dialokasikan untuk tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Kota Sebanyak 63 unit,, Batuan 9 unit dan Kecamatan Dasuk sebanyak 48 unit, ditambah masing-masing 1 Unit MCK dan MWK di Desa Pangaranag Kecamatan Kota dan Desa Babbalan Kecamatan Batuan. Hingga saat ini menurut Tarjono sudah sekitar 10% pelaksanannya, dharapkan dalam dua bulan kedepan pelaksanaan lancar tanda ada rintangan yang berarti. (Ren)