News Room, Sabtu (15/12) Keinginan Komisi B DPRD Sumenep untuk mengetahui secara langsung sistem kerja anjungan pengeboran Blok Maleo milik PT. Santos, ternyata tidak terkabul. Karena, inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi B ke pengeboran Blok Maleo, Jum’at kemarin (14/12) itu sia-sia. Bahkan, ironisnya rombongan Komisi B DPRD Sumenep tidak mendapatkan fasilitas dari PT. Santos, sehingga rombongan Komisi B terombang-ambing di bawah anjungan atau dermaga pengeboran Blok Maleo. Karena itu, Komisi B merasa dikecewakan oleh PT. Santos yang tidak bisa melayani dengan baik terkait kunjungan kerja Komisi B DPRD Sumenep. Menurut Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Jamaludin, SE kondisi semacam itu terjadi, karena kurangnya komunikasi atau miss-communication antara Komisi B dengan pihak PT. Santos, sehingga tidak ada sambutan positif terhadap kedatangan Komisi B. Padahal, kunjungan Komisi B tersebut hanya ingin mengetahui wilayah kerja Blok Maleo dan radius berapa meter yang harus diamankan, karena hal itu terkait banyaknya protes dari masyarakat disekitar pengeboran Blok Maleo. Jamaludin menerangkan, sistem kerja pengeboran Blok Maleo itu sangat sulit untuk bisa disentuh oleh masyarakat umum. Namun, Jamaludin menandaskan, keinginan tersebut tidak kesampaian, karena rombongan Komisi B tidak bisa berkomunikasi langsung atau tidak bisa bertatap muka dengan PT. Santos, tapi hanya bisa berkomunikasi melalui radio panggil dengan mencoba menghubungi Management PT. Santos perwakilan Surabaya, yang menyampaikan permohonan maaf tidak bisa memfasilitasi naik ke atas anjungan pengeboran Blok Maleo. Bahkan, rombongan Komisi B juga tersendat-sendat ketika mau pulang, karena speed boat yang digunakan mengangkut rombongan Komisi B hanya bisa beroperasi di sekitar anjungan pengeboran Blok Maleo, sehingga pihaknya terpaksa menunggu hingga selesai para pekerja PT. Santos melakukan pemantauan. Jamal menjelaskan, tujuan awal kunjungan Komisi B ke pengeboran Blok Maleo itu, memang untuk mengetahui areal atau wilayah pengeboran Blok Maleo, apakah betul-betul steril dari aktivitas masyarakat, utamanya nelayan setempat, karena sangat sensitif sekali warga di sekitar pengeboran Blok Maleo tersebut, sehingga nantinya Komisi B bisa memberikan pemahaman bagi para nelayan dan warga setempat, kenapa dalam radius sekian meter areal tersebut dilarang untuk dimasuki terutama pada malam hari. Untuk itu, Komisi B akan tetap melakukan kunjungan kerja lagi, namun terlebih dahulu meminta kejelasan dari pihak PT. Santos. ( Nita, Esha )