Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-09-2005
  • 702 Kali

KOMISI C TOLAK KENAIKAN TARIF PENYEBERANGAN KALIANGET-KANGEAN

Sumenep-Infokom News Room : Rencana kenaikan tariff penyeberangan Kalianget-Kangean yang diusulkan Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM, ternyata tidak mendapat respon positif dari Komisi C DPRD Sumenep. Terbukti, hasil kesepakatan rapat antar Komisi C, Jum’at (16/09), yang membicarakan usulan kenaikan tarif, dinyatakan ditolak. Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi C DPRD Sumenep, Moh. Hanafi. Moh. Hanafi menerangkan, penolakan itu dilakukan karena dinilai belum pantas dilaksanakan, mengingat masyarakat kepulauan khususnya Kangean belum siap. Apalagi kenaikan tarif itu nantinya akan berdampak buruk terhadap perekonomian, yakni harga kebutuhan sembako juga akan melonjak. Menurut Hanafi, menaikkan tarif penyeberangan itu merupakan tindakan gegabah yang tidak memperhatikan kehidupan masyarakat kepulauan terlebih dahulu. Anggota Legislatif dari Kangean ini menerangkan, sebenarnya Komisi C cukup memahami dengan usulan kenaikan tarif itu, namun saying, pihaknya lebih condong untuk berpihak kepada masyarakat. Hanafi menuturkan, konsekuensinya ketika kenaikan itu ditolak dan PT. Dharma Lautan Utama (DLU) Kalianget hengkang, maka yang harus bertanggung jawab adalah pemerintah Kabupaten untuk menyediakan transportasi laut. Bahkan Hanafi menambahkan, bahwa pihaknya juga memahami kalau kenaikan tarif itu dilakukan untuk menyeimbangkan biaya operasional yang cukup tinggi, meskipun selama ini PT. DLU beroperasi dengan menggunakan subsidi silang. Namun alasan itu tetap tidak bisa diterima, bahkan hanya menimbulkan pertanyaan. Menurut Hanafi, kalau memang biaya operasional tinggi, kenapa sampai sekarang PT. DLU masih bisa beroperasi. Yang jelas pihaknya tetap menolak kenaikan tarif tersebut. Sementara itu Kepala Cabang PT. DLU Kalianget, Gunang Sumarlin menyatakan, penolakan kenaikan tarif itu sangat tidak beralasan, mengingat harga BBM akan mengalami kenaikan. Karena itu sebagai langkah awal dengan adanya penolakan tersebut, saat ini pihaknya sudah menarik I kapal (KMP Dharma Kartika) untuk tidak beroperasi. Sehingga kapal yang beroperasi saat ini hanya 2, yakni KMP Manila dan KMP Setya Kencana. Bahkan Gunang menambahkan, apabila tetap tidak ada penyesuaian harga, maka pihaknya akan menutup angkutan untuk Kalianget-Sepudi, Kalianget-Jangkar dan Kalianget- Kangean.