News Room, Rabu ( 17/04 ) Timbulnya berbagai penyakit, seperti halnya defteri, dikarenakan oleh manusianya sendiri. Sebab, mereka masih segan dan enggan untuk hidup secara sehat sesuai dengan standar kesehatan masyarakat. Karena itu, salah satu upaya yang dilakukan dengan pemberian imunisasi bagi anak usia 0 hingga 11 bulan. Karena, imuninasi sangat penting sebagai tameng dari berbagai penyakit, kecacatan dan kematian. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si ketika membuka acara “Koordinasi Dan Advokasi Kegiatan Drop Out Follow Up (DOFU) Lintas Sektor Program Imunisasi” di Hotel Utami Sumekar Sumenep, Rabu (17/04) mengungkapkan, salah satu sebab angka drop out atau bayi yang tidak mendapatkan atau berhenti imunisasi sesuai jadwal antigen berikutnya di Sumenep masih cukup tinggi. “Yakni, kira-kira masih ada 2,5 persen dan mengapa hal ini terjadi ? Jelas ada banyak faktor yang harus kita perhatikan,”ujarnya. Seperti halnya, masalah pola pikir masyarakat kita yang masih tradisional. bahkan masih ada anggapan jika anak yang diimunisasi itu tidak akan sehat, atau lambat perkembangan hormon tubuhnya. Masalah kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berkaitan erat dengan faktor lingkungan sosial ekonomi masyarakat. Semakin baik lingkungan sosial ekonominya, maka semakin terbuka peluang untuk menjaga kesehatan. Kemudian, masalah kondisi geografis masyarakat. Dengan kondisi geografis Sumenep yang terdiri dari beberapa pulau, tentunya akan menyebabkan pelayanan kesehatan tidak merata dan bisa menjangkau semua lapisan masyarakat. “Melalui kegiatan koordinasi dan advokasi masalah drop out follow up ini saya apresiasi sebagai sarana sangat penting, agar dapat menyamakan persepsi bagaimana langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk menanggulangi berbagai masalah kesehatan, khususnya masalah imunisasi ini,”tambahnya. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. Rizka Anugerah Rahadi, M.Si menjelaskan, kegiatan yang diikuti dari unsur lintas sektor mulai dari Pemerintah, PKK, Profesi, Pelaku Imunisasi dan KIA, serta seluruh Kepala Puskesmas se Kabupaten Sumenep. “Dengan melibatkan lintas sektor, agar mampu bekerja sama dengan baik, sehingga berbagai persoalan kesehatan akan dapat atasi bersama,”ujarnya. Sebab, tegas dr. Rizka, pencegahan dan penaggulangan penyakit di masa kini dan masa mendatang, tidak hanya berpusat pada petugas kesehatan semata, tapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak. Sehingga berkembangnya penyakit seperti difteri misalnya bisa diatasi dengan baik. ( Ren, Esha )