Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-05-2015
  • 530 Kali

Koperasi Harus Kuat, Jangan Jadi Korban Kapitalisme

News Room, Rabu ( 27/05 ) Adanya Koperasi, khususnya Koperasi Wanita di Kabupaten Sumenep, diharapkan dapat menjadi jawaban dalam menguatkan perekonomian masyarakat, khususnya para anggotanya, sehingga tidak memberikan ruang sebagai korban terhadap upaya kapitalisme, yang saat ini merajalela dimana-mana.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 34 Koperasi Potre Koneng, di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Sumenep, Rabu (27/05).

Untuk itu tegas Bupati, perlu adanya penguatan terhadap koperasi yang ada di Sumenep, termasuk penguatan lembaga yang lain.

“Apalagi koperasi sudah terlihat jelas memiliki amanat konstitusi yang penuh kekeluargaan dan kegotong-royongan,” ungkapnya.

Sehingga, tegas Bupati, koperasi tidak hanya tempat berkumpulnya orang maupun modal, namun sebagai awal penggerak untuk mensejahterakan rumah tangga dan masyarakat secara umum. Dan motivasi dari koperasi adalah mensejahterakan anggotaya secara merata.

Bahkan, Bupati juga mengaku bangga dengan berbagai prestasi koperasi di Kabupaten Sumenep, khususnya dalam 3 tahun terakhir, hingga Kabupaten Sumenep mendapat sebutan Kota Koperasi, dengan jumlah koperasi sebanyak 1.255 koperasi aktif, dan 300 lebih adalah Koperasi Wanita.

Untuk itu Bupati berharap, khususnya kepada para pengurus dan anggota Koperasi Potre Koneng, untuk semakin menguatkan koperasi di Indonesia. Dimana dalam indikator peran perempuan bagi pembangunan. Yakni perempuan harus sehat, berpendidikan dan perempuan bisa masuk dimana-mana.

“Jadi, perempuan tidak sekedar hanya mengenal sumur, dapur dan kasur, namun bagaimana perempuan bisa berperan dalam pembangunan di berbagai bidang, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan dan semacamnya,”tambahnya. ( Ren, Esha )