News Room, Sabtu ( 01/09 ) Krupuk paru, yang terbuat dari paru sapi yang diiris tipis, dan digoreng dengan tepung yang telah dicampur dengan bumbu rempah-rempah, sangat digemari masyarakat sebagai makanan camilan. Dan cocok untuk dibawa sebagai oleh-oleh jika bepergian ke luar kota dan sebagainya. Bahkan, krupuk paru juga biasa di hidangkan kepada tamu bersama dengan kue-kue yang disediakan saat lebaran Idul Fitri, sehingga permintaan krupuk paru sangat tinggi saat menjelang lebaran kemarin. Bahkan, usai lebaranpun permintaan tetap ada meskipun tidak sebanyak menjelang lebaran. Seperti halnya yang diakui salah seorang pengrajin krupuk paru di Desa Kacongan Kecamatan Kota Sumenep, Dwi Fery Astutik kepada News Room, Sabtu (01/09). Menurutnya, selama Ramadhan kemarin, permintaan krupuk paru hingga mencapai 300 kilogram lebih, yang rata-rata setiap hari mencapai penjualan 10 hingga 15 kilogram. “Setelah lebaran permintaan setiap harinya tetap ada meskipun hanya berkisar 3 hingga 5 kilogram, jadi kembali seperti hari-hari sebelumnya,”ujarnya. Diakui ibu 2 anak ini, dirinya tidak menjajakan krupuk paru dagangannya, namun biasanya para pembelinya memesan sebelumnya. Dan jika memang memproduksi lebih dititipkan di warung ibunya, dan itupun tidak lama sudah habis. Ditambahkan, krupuk paru sapi goreng yang dijualnya lebih banyak diminati ketika baru menggoreng. Karena, ketika masih baru, rasanya lebih renyah dan gurih. Sedangkan harganya saat ini berkisar Rp.180.000,00/kilogram, sedangkan sebelum lebaran harganya mencapai Rp. 220.000,00/kilogram. “Saya menjualnya dalam bentuk kemasan ada yang seperempat kilogram, setengah dan satu kilogram, disesuaikan dengan pesanan,”pungkasnya. ( Ren, Esha )