Sumenep-Kominfo News Room : Dewan Pendidikan Jatim memperkenalkan metode Kubaca bagi peserta keaksaraan fungsional. Dengan metode ini, peserta didik bisa lebih cepat memahami dan menghafalkan huruf dan kata. Ketua Dewan Pendidikan Jatim, Daniel M Rosyid saat Launching Metode Kubaca di Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari Surabaya, Senin (09/07) sore kemarin mengatakan, untuk belajar dengan metode ini, peserta didik dikenalkan dengan lima kata-kata yang sudah akrab digunakan untuk berinteraksi sehari-hari. Setelah dikenalkan, diharapkan bisa menghafalkan dan selanjutnya bisa menyusun dengan kalimat yang berbeda walaupun kata-katanya sama. Melalui metode ini, peserta akan lebih semangat belajar huruf dan kata karena merasa lebih mudah saat awal belajar. Harapannya, saat mereka berniat belajar akan merasa lebih mudah dan tidak putus di tengah studi. Selanjutnya mereka diharapkan juga bisa melakukan baca dan tulis secara mandiri karena mereka sudah ingat jenis-jenis huruf latin tanpa harus menghafalkan satu persatu. Dengan metode ini, waktu belajar akan lebih cepat dibanding metode konvensional yang selama ini diterapkan di Jatim. Jika dengan konvensional biasanya waktu yang dibutuhkan untuk belajar sampai satu tahun, dengan Kubaca hanya dalam waktu empat bulan. Dengan adanya penemuan metode Kubaca, pemerintah diharapkan mampu menerapkan pada sekolah-sekolah di Jatim yang khusus peserta didiknya adalah keaksaraan fungsional. Jika ini diterapkan, jumlah penduduk usia lanjut yang buta huruf akan terkurangi. Penemu metode Kubaca, Diah Lestari mengatakan, sebelum diterapkan pada usia lanjut, metode ini sudah diterapkan pada anak usia dini di beberapa taman kanak-kanak di Jatim di antaranya Malang, Surabaya, Jombang, Mojokerto, dan Pasuruan. Setelah berhasil, kemudian disusunlah kata-kata yang akrab digunakan pada usia dewasa dan ternyata hasilnya lebih mudah dipahami dan muncul perasaan lebih mudah memahami huruf dan kata. Sekarang, metode ini diterapkan di Kelurahan Keputran tepatnya di Jl. Dinoyo Baru 42-44 Surabaya di rumah Ibu Kasiono. Jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode ini sebanyak 25 orang ibu-ibu rumah tangga dan abang becak yang mangkal di sepanjang Jl. Dinoyo. ( JNR, Esha )