Media Center, Kamis ( 15/08 ) Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sumenep harus menjaga dan merawat jiwa nasionalisme seperti yang dilakukan para pahlawan saat merebut kemerdekaan.
“Generasi muda harus membangkitkan nasionalisme untuk membentengi Indonesia dari berbagai paham radikal dan terorisme yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Peringatan Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pendopo Keraton, Kamis (15/08/2019).
Ia menyatakan, pentingnya jiwa nasionalisme itu seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang memiliki dampak negatif terhadap identitas kebangsaan, sebab ikut tereduksi oleh berbagai macam paham negatif termasuk radikalisme dan terorisme.
“Jangan ada warna selain merah putih, jangan ada ideologi selain Pancasila, itulah makna simbolik pengibaran bendera merah putih setiap 17 Agustus,“ ujar Bupati dua periode ini.
Bupati berharap, anggota Paskibraka terus belajar menjadi manusia Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berkarya dan berprestasi, namun harus tetap dalam balutan nilai-nilai kearifan lokal, agama dan nasionalisme.
“Bangsa Indonesia bukan hanya membutuhkan generasi muda cerdas dan pintar, melainkan juga generasi yang memiliki spirit nasionalisme dan patriotisme,” pungkasnya.
Bupati menyampaikan, terima kasih kepada para pembina, pembimbing dan pelatih, juga jajaran panitia atas segala usaha serta kesabaran dalam membimbing putera-puteri terbaik Sumenep.
“Terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang membimbing anggota Paskibraka Kabupaten Sumenep dalam kurun waktu sekitar satu bulan,” katanya. ( Yasik, Fer )