News Room, Rabu ( 23/11 ) Kunjungan kerja anggota DPRD Sumenep keluar daerah yang sempat banyak disoroti berbagai kalangan, hendaknya harus dipandang secara seksama. Sebab, kunjungan kerja tersebut dianggap penting untuk kepentingan masyarakat banyak, dan bukan sekedar menghabiskan anggaran. Anggota Badan Kehormatan DPRD Sumenep, Husaini Adim kepada sejumlah wartawan tadi siang, Rabu (23/11) berharap masyarakat mengetahui dengan jelas kegiatan yang dilakukan wakil rakyat dalam melaksanakan tugasnya. Menurutnya, masyarakat dipersilahkan menilai karena punya hak untuk itu, dan bebas menilai terhadap apa yang dilakukan para wakilnya di DPRD Sumenep. “Namun, yang jelas, kunjungan kerja yang dilakukan DPRD Sumenep bertujuan untuk kepentingan masyarakat banyak dan bukan sekedar untuk kepentingan pribadi anggota dewan,”ujarnya. Bahkan diakui Husaini, dalam melaksanakan program kerja dan alokasi anggaran, juga melihat dasar hukumnya, sehingga hal itu tidak disalahkan oleh hukum, karena ada aturan yang mengatur untuk penggunaan dana APBD Kabupaten Sumenep. Ditanya kunjungan BK sendiri ke BK DPRD Denpasar Bali, menurut Husaini untuk mengetahui berbagai persoalan yang ada disana, yang kebetulan memiliki persamaan persoalan dan laporan yang sama, terkait dengan penyelesaian yang dilakukan anggota BK. Yang jelas tegas Husaini, ada beberapa persamaan yang bisa diterapkan oleh BK DPRD Sumenep untuk dijadikan pegangan. Disamping itu, terkait dengan seragam dinas anggota DPRD Sumenep, yang juga tak ada perbedaan dengan Sumenep. “Yakni untuk seragam hari Senin hingga Rabu memakai Pakaian Lapangan Harian (PLH) sedangkan hari Hamis dan Jum’at memakai pakaian batik. Dan itu juga memiliki Tata Tertib (Tatib) yang sama, termasuk dalam pemberian sanksinya ketika dilanggar,”tambahnya. ( Ren, Esha )