News Room, Jumat ( 30/09 ) Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, pada Jumat (30/09) pagi, terlihat sepi tanpa ada aktivitas. Pemandangan tidak biasa ini, dikarenakan 45 anggota dewan yang tersebar di Komisi A, B, C, dan D, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) keluar daerah. Yang tersisa di Gedung DPRD Sumenep, hanya Ketua dan 3 Wakil Ketua, sedangkan 1 anggota dewan meninggal dunia dari Fraksi PDIP, KH. Khairul Amin, SH. Ketua DPRD Sumenep, Imam Hasyim menjelaskan, kegiatan anggota dewan tersebut sesuai agenda di badan musyawarah (bamus). “Seluruh anggota dewan di Komisi A, B, C dan D, melakukan kunker. Ada yang ke Makasar, Bali dan Balikpapan. Ini untuk meningkatkan kualitas anggota DPRD, sekaligus mempelajari pola pemerintahan di daerah yang kunjungi itu, apakah bisa diterapkan di Sumenep,”kata KH. Imam Hasyim, SH, MH pada wartawan di Kantor DPRD Sumenep, Jumat (30/09). Menurut KH. Imam, pelaksanaan kunker anggota dewan tersebut, bukan semata-mata menghambur-hamburkan uang negara. “Namun, mereka melaksanakan tugas dan fungsinya guna kepentingan pembangunan dan perkembangan Kabupaten Sumenep kedepan lebih baik. Anggaran pun disesuaikan dengan kebutuhan,”terangnya. Setiap anggota dewan, kata Imam, mendapatkan dana perjalanan dinas rata-rata sekitar Rp. 5 juta lebih. “Kunker anggota DPRD Sumenep, akan berlangsung selama dua hari, sejak Jumat (30/09) hingga Sabtu (01/10) besok,”ungkapnya. ( Nita, Esha )