News Room, Kamis ( 25/02 ) Setelah imbas El=Nino yang menyebabkan terhentinya curah hujan di awal tahun 2016 kemarin membuat banyak petani jagung gagal panen, kini akibat dari puncak musim hujan hal serupa kembali terjadi. Jika sebelumnya jagung menjadi putih akibat kurang hujan, saat ini batang jagung malah menguning hingga harus dipanen sebelum waktunya.
"Kalau tidak dipanen bisa busuk. Terpaksa dipanen dan dijual dengan harga murah,"kata Lia, warga Kecamatan Saronggi yang sekaligus juga petani jagung, pada Media Center.
Menguningnya batang jagung itu menurut Lia, disebabkan oleh terlalu seringnya diguyur hujan deras, sehingga jagung harus dipetik meski masih muda. Dan karena masih muda, tentu jagung yang dipanen sebelum saatnya itu tidak bisa dibuat menjadi bahan pakan ayam.
"Akhirnya untuk dijual harus direbus, atau dijadikan jagung rebus. Karena tidak bisa diproses untuk pakan ayam. Malah kalau ada yang sudah rusak terpaksa dijadikan makanan sapi,"tambah Lia.
Terpisah, Lamri, warga Desa Kasengan Kecamatan Manding membenarkan jika banyak petani jagung yang gagal panen untuk ke dua kalinya. Imbasnya menurut Lamri saat ini pakan unggas jenis ayam langka. Kalaupun ada, harganya tentu saja mahal, bahkan berlipat-lipat.
"Seperempat sok sekarang bisa Rp. 50.000,00, padahal sebelumnya cuma Rp. 20.000,00 hingga Rp 30.000,00. Itupun sulit mendapatkannya,"kata Lamri, yang juga banyak memelihara ayam itu. ( Farhan, Esha )