Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-09-2008
  • 544 Kali

Lahan Garam Pulau Kangean Sangat Memprihatinkan

News Room, Senin ( 08/09 ) Puluhan hektar lahan garam di daerah pulau Kangean memprihatinkan. Pasalnya, sejauh ini puluhan lahan garam tersebut dibiarkan tak tergarap. Padahal di tahun 80-an, lahan garam tersebut dinilai bagus dan mampu menghasilkan produksi garam yang tak kalah bersaing dengan hasil produksi di daerah lainnya. Kepala Desa Torjek, Hairuddin mengakui, adanya lahan kosong bekas tambak sekitar 20 hektar yang terdapat di desanya itu terbengkalai dan kering. Padahal, dulunya puluhan hektar lahan garam tersebut mampu menghasilkan kualitas yang dinilai 80 persen memenuhi standart pasaran. Hairuddin menjelaskan, lahan-lahan tersebut sebenarnya prospektif untuk pemasukan daerah. Bahkan, harapan semua warga di daerahnya, hasil dari penggarapan lahan-lahan tersebut bisa membantu proses pembenahan daerah tersebut. ”Daripada lahan-lahan yang ada tidak tergarap, warga di daerah ini merelakan digarap dengan baik, syukur-syukur ada pengusaha yang mau melirik dan menanamkan modal bagi masyarakat untuk menggarap lahan tersebut,”ujarnya. Namun yang penting, tegas Hairuddin, nantinya ada kontrak kerjasama yang saling menguntungkan dari pihak pengelola dan masyarakat. Sebab diakui, selama ini lahan-lahan tersebut digarap secara pribadi oleh sejumlah warga. Tetapi entah kenapa, tuturnya mereka (warga) kemudian meninggalkan lahan garam tersebut. Dengan kondisi lahan yang terbengkalai tersebut, pihaknya hanya bisa menyayangkan, padahal, tanah di daerahnya termasuk tanah yang lumayan subur dan berpotensi. Terbukti, katanya dari sejumlah hasil pertanian penduduk mengalami banyak kemajuan. ”Bayangkan, dalam setiap tahunnya, penduduk bisa meraup hasil tanam padi dan jagung dengan bagus,”imbuhnya. Karena itu, pihaknya berharap dengan kondisi tersebut, pihak terkait, baik pemerintah maupun pengusaha, mempunyai inisiatif untuk memberdayakan potensi tersebut, sehingga akan menambah kesejahteraan bagi masyarakat. Sementara anggota komisi B DPRD Sumenep, Syaiful Bahri kengaku, berkeinginan untuk menggali potensi yang dimiliki daerah ini, dari Pemerintah Daerah sudah cukup tinggi. Hanya saja, perlu lebih mengupayakan semaksimal mungkin untuk menampung dan mengurus semua sumber kekayaan yang dimiliki, agar tidak diambil alih oleh pihak luar. “Sebab hasil dari sumber daya tersebut bisa dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat. Dan sekecil apapun luas dari lahan berpotensi tersebut menjadi aset tersendiri bagi pemerintah daerah,”ujarnya. Syaiful berharap masyarakat harus terus ikut memperjuangkan potensi itu untuk digali, sebab yang jelas pemerintah akan terus bekerja dengan baik. Kalau memang tahun ini belum terwujud, dimungkinkan tahun berikutnya semoga bisa terkabul. ( Ren, Esha )