Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-03-2013
  • 1046 Kali

Lahan Pertanian Di Sumenep Susut 30 Persen

News Room, Rabu ( 13/03 ) Maraknya pembangunan perumahan diwilayah Kota Sumenep, menyebabkan lahan pertanian di daerah setempat setiap tahun susut hingga 30 persen. Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. Ach. Salaf Junaidi menjelaskan, penyusutan luas lahan pertanian khususnya sawah, disebabkan beberapa hal, yakni alih fungsi lahan, dampak perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman. "Alih fungsi lahan, salah satunya berupa pembangunan perumahan yang cukup banyak di wilayah Kota Sumenep. Beberapa diantaranya merupakan lahan sawah yang subur,"katanya. Penyusutan luas lahan pertanian hingga 30 persen tersebut dapat dikatakan masuk dalam taraf mengkhawatirkan. Karena itu, pihaknya melakukan berbagai langkah antisipasi, diantaranya menggenjot produksi dan produktifitas. "Varietas yang digunakan adalah varietas unggul yang tahan kekeringan dan hama penyakit. Selain itu, penyempurnaan teknologi dan teknik penanaman. Itu semua sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah produksi,"terangnya. Data di Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumenep, tahun 2012, luas lahan pertanian berupa sawah sebanyak 25.185 hektar, tersebar di 24 kecamatan. Sedangkan sawah terluas tercatat di Kecamatan Arjasa sebesar 7.481 hektar. "Namun produktifitas tertinggi berada di Kecamatan Guluk-guluk mencapai 6,42 ton per hektar. Sedangkan di Kecamatan Arjasa produktifitasnya hanya 5,91 ton/hektar. Di Arjasa ini banyak lahan yang tidak dimanfaatkan, karena warganya banyak yang memilih menjadi TKI di Malaysia, ketimbang bertani,"ujarnya. Sementara untuk luas panen padi tahun 2013, ditargetkan naik dibanding tahun 2012. Untuk tahun 2012, luas panen 29.539 hektar. Sedangkan tahun 2013 ditargetkan luas panen 33.486 hektar. "Mudah-mudahan pencapaian hasil produktifitas padi tahun ini, sesuai sasaran/target,"ungkapnya. ( Nita, Esha )