Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-07-2011
  • 377 Kali

Lahan Pertanian Disejumlah Lokasi Terancam Kering

News Room, Selasa ( 12/07 ) Karena cuaca panas dan tidak ada hujan dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah petani yang sudah menanam padi tanaman palawija lainnya, terpaksa harus menerima kenyataan sawahnya kekeringan. Sementara yang tampak bisa bertahan hanya sebagian lahan pertanian yang mendapat aliran air dari sungai irigasi. Seperti halnya yang terlihat disejumlah lahan pertanian di beberapa Desa di Kecamatan Dasuk, yakni Desa Mantajun, Jabaan dan Beringin serta sejumlah lahan pertanian lainnya yang jauh dari aliran sungai irigasi. Termasuk juga di lahan pertanian yang ada di Desa Marengan Daya dan Desa Pabian bagian timur. “Sudah beberapa minggu lahan disini kekeringan, karena air irigasi dari barat tidak sampai kemari, dan hanya terbatas untuk disebelah utara dan barat saja yang dekat dengan saluran ir sungai,”ujar Budiyanto kepada News Room di sebelah timur lapangan Terbang Trunojoyo tadi siang, Selasa (12/07). Menurutnya, karena kekurangan air, tanaman padinya banyak yang kering meski biji padi masih muda dan kecil. Kalau dalam seminggu ini tetap tidak ada hujan, Budi khawatir padinya betul-betul banyak yang mati dan gagal panen. Karena itu, pihaknya berharap pengaturabn air dari irigasi yang dialirkan dari Desa Parsanga, hendaknya dapat diatur dengan baik, sehingga aliran air bisa sampai menuju sejumlah lahan dibagian selatan dan timur Desa Kacongan hingga Pabian dan Desa Marengan Daya. Sementara Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Edy Rasiyadi, MM berharap pengaturan air irigasi harus betul-betul dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga tidak samapai merugikan petani yang jauh dengan aliran sungai. “Sebenarnya, jika dilakukan pengaturan dengan baik aliran sungai dari Desa Parsanga dapat dimanfaatkan hingga ke sejumlah Desa lainnya disekitar sungai irigasi tersebut,”ujar H. Edy. Dijelaskan, selama ini pihaknya banyak terfokus dengan pembangunan embung di sejumlah Desa yang kesulitan air. Seperti halnya yang dilaksanakan tahun 2011 ini, 2 embung di Kecamatan Pragaan, dan 1 embung di Kecamatan Guluk-guluk dengan anggaran pusat sebesar Rp. 2,3 milyar. “Disamping itu kami juga akan berupaya memaksimalkan mesin pompa aitr yang ada disejumlah desa yang kesulitan air agar dapat dipergunakan tidak hanya untuk kebutuhan pertanian, namun juga untuk air bersih,”pungkasnya. ( Ren, Esha )