Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-10-2006
  • 832 Kali

LAILATUL QADAR HANYA BISA DIRASAKAN SECARA PRIBADI

Sumenep-Bakominfo Newsroom : Masih bertempat di Graha Wicaksana Abdi Negara atau Gedung KORPRI Sumenep, Jumat pagi (19/10) Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM menutup rangkaian acara ceramah agama untuk para anggota KORPRI dan TNI-POLRI di Kabupaten Sumenep. Ceramah agama yang biasa dilaksanakan setiap hari Jumat tersebut memasuki Jumat terakhir di bulan Ramadlan. Dalam sambutannya Bupati Sumenep mengatakan, bahwa setiap insan pada dasarnya adalah baik dan tidak ingin menjadikan dirinya cemar atau jelek. Indikator keimanan seseorang untuk berubah menjadi baik itu salah satunya adalah datang ke pengajian-pengajian atau majelis taklim. Hal itu didukung kemudian oleh ceramah yang disampaikan KH. Idris Jauhari, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep. Dalam ceramahnya Kiai Idris mengatakan, jika setiap orang ikhlas mendatangi sebuah majelis taklim, maka malaikat akan turut hadir dan mendoakan kita, dan semua kegiatan yang berlangsung dalam majelis taklim tersebut sama seperti sebagian dari kebun surga. Lebih lanjut Kiai Idris menekankan kepada setiap hadirin untuk menghindari sifat takabur, tamak, dan hasut sebagai tiga hal yang mampu merusak hati (Al-Ghillu). “Nabi Adam diturunkan ke muka bumi dikarenakan tamak, yaitu mengambil sesuatu yang bukan haknya dengan jalan memakan buah Khuldi yang sudah dilarang oleh Allah SWT,” ungkapnya. Kiai Idris juga menyinggung seputar malam Lailatul Qadar. Menurutnya, malam 1000 bulan ini seharusnya menjadi bagian terpenting yang harus dikejar oleh seluruh ummat Islam dalam bulan Ramadhan. Dan jika kita mengikuti Sunnah Rasul SAW, malam Lailatul Qadar itu akan turun pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Dan ditegaskannya pula bahwa malam Lailatul Qadar itu bisa dirasakan hanya oleh pribadi-pribadi yang mendapatkannya. Diamnya menjadi fikir, bicaranya menjadi dzikir, dan setiap ia melihat akan menjadi ibrah (pelajaran) adalah salah satu ciri bahwa orang itu telah mendapat hidayah Lailatul Qadar. ( Adjie, Esha )