Media Center, Sabtu ( 09/12 ) Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, penguatan regenerasi pembatik harus mendapatkan perhatian khusus, sehingga pewaris dan penerus penciptaan batik di berbagai sentra batik tidak terhenti satu generasi saja.
"Pemerintah daerah selalu komitmen untuk melestarikan batik dengan mewajibkan PNS memakai batik selama tiga hari dalam satu minggu serta seluruh sekolah dari jenjang TK hingga SMA.”tegas Bupati pada malam puncak Sumenep Batik Festival tahun 2017, di GOR A. Yani Sumenep, Sabtu malam (09/12).
Bupati menyatakan, jumlah industri batik di Sumenep mengalami peningkatan yang tajam sejak lima tahun terakhir, seiring banyaknya wisatawan datang ke Sumenep, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Untuk itu, diharapkan pengrajin batik lebih kreatif dalam memasarkan produksi batiknya melalui digital media sehingga jangkauan pemasarannya semakin luas.
"Di era kecanggihan teknologi saat ini, promosi jangan dilakukan konvensional, tetapi harus dilakukan dengan cepat, menarik dan mudah diakses melalui media sosial.”imbuhnya.
Bupati mengungkapkan, batik Madura khususnya batik Sumenep, memiliki keunggulan tersendiri, baik desain, motifnya maupun pewarnaannya, sehingga pihaknya menilai perlu mengupayakan untuk mendapatkan hak paten batik Sumenep.
“Dengan hak paten itu membedakan batik Sumenep dengan daerah lain di Madura dan Indonesia. Saya harapkan pengrajin batik Sumenep semakin kreatif menghasilkan karya batik yang bernilai untuk kesejahetaraannya.”pungkas Bupati dua periode ini. ( Yasik, Fer )