Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-01-2012
  • 381 Kali

Libur Imlek, Pengunjung Wisata Pantai Lombang Meningkat

News Room, Senin ( 23/01 ) Libur bersama peringati Tahun Baru Imlek 2563, berdampak bagi wisata Pantai Lombang, di Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep. Terbukti, sejak Minggu (22/01) hingga Senin (23/01) ini, jumlah pengunjung meningkat. Jika pada hari-hari biasa sebelumnya, pengunjung hanya berkisar 40 hingga 60 orang setiap harinya. Namun, untuk hari libur Tahun Baru Imlek ini mencapai 200 hingga 300 pengunjung, itu pun hingga pukul 12.00 WIB. Salah satu staf UPT Pantai Lombang, Atmoni mengatakan, lonjakan pengunjung saat ini cukup signifikan, diperkirakan faktor libur bersama selama 2 hari. “Hari ini pengunjung memang banyak. Lebih banyak dari hari-hari biasanya. Kalau dihari biasa hanya 40 hingga 60 pengunjung, tapi sekarang mampu mencapai 200 hingga 300 pengunjung tiap hari. Itu terjadi sejak Minggu kemarin,”kata Atmoni, pada wartawan di Pantai Lombang, Sumenep, Senin (23/01). Atmoni mengungkapkan, administrasi di wisata Pantai Lombang mulai dibenahi, dengan memberlakukan kembali penarikan retribusi bagi para wisatawan. ”Sejak tanggal 9 Januari 2012 kemarin, pengelolaan wisata Pantai Lombang ini dilakukan oleh Pemerintah Daerah, sehingga kami berlakukan tiket bagi setiap pengunjung/wisatawan. Untuk tiket masuk sebesar Rp.1.000,00 setiap pengunjung, dan uang penitipan sepeda motor sebesar Rp. 2.000,00. Untuk mobil pribadi sebesar Rp. 5.000,00, bus mini sebesar Rp. 7.000,00, dan untuk bus besar sebesar Rp. 10.000,00 itu dikelola Pemerintahan Desa,”terangnya. Sebenarnya, pengelolaan Pantai Lombang secara tertib ini, kata Atmoni, dimulai tanggal 24 Desember 2011, namun masih dikelola oleh Muspika Batang-batang hingga tanggal 8 Januari 2012. “Setelah itu baru dikelola oleh Pemerintah Daerah,”ungkapnya. Diharapkan, dengan pengelolaan kembali ketangan Pemkab Sumenep, Pantai Lombang yang terpagari pohon cemara udang ini mampu memikat wisatawan sebagai salah satu tempat wisata unggulan di Kabupaten setempat, seperti sebelum terjadi sengketa antara warga dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep. ( Nita, Esha )