Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-11-2010
  • 423 Kali

Liputan Demo, Stringer TVOne Digampar Oknum Polisi

News Room, Selasa ( 02/11 ) Kekerasan terhadap wartawan terus terjadi. Kali ini seorang wartawan televisi di Sumenep, digampar oleh seorang oknum polisi berpakaian preman saat meliput unjuk rasa yang berakhir ricuh, didepan Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep, Selasa (02/11). Aksi kekerasan yang dilakukan oknum polisi itu terjadi saat Abdus Salam, stringer TVOne bersama wartawan dari JTV dan RCTI tengah mengambil gambar situasi ricuh unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Ganyang Koruptor (AGK). “Saya dihalang-halangi saat akan mengambil gambar demo ricuh oleh oknum polisi itu. Sempat terjadi saling dorong, hingga saya digampar. Kamera juga rusak,”kata Abdus, pada wartawan di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep, Selasa (02/11). Abdus mengatakan, oknum polisi yang menggampar tepat dipipi kirinya itu berpakaian preman. “Sekarang kamera saya yang sempat akan dirampas sudah tidak dapat digunakan lagi,”ujarnya. Ketua PWI Sumenep, H. Agus Rasyid sangat menyayangkan kekerasan yang menimpa wartawan. “Pekerjaan wartawan itu dilindungi Undang-undang. Selama wartawan menjalankan tugas jurnalistiknya dengan baik dan sesuai dengan kode etik, tidak ada alasan untuk menghalang-halanginya,”ungkapnya menegaskan. Sementara itu, Kapolres Sumenep, AKBP Susanto mengaku akan terlebih dulu mendalami kasus pemukulan yang menimpa Stringer TVOne. “Kita pelajari dan didalami terlebih dahulu kejadian itu. Ini kan baru informasi dari satu sisi. Pasti kita tindak lanjuti,”ujarnya. Kapolres berjanji akan menindak anggotanya jika memang terbukti melakukan pemukulan terhadap wartawan tersebut. ( Nita, Esha )