News Room, Rabu (30/09) Program Gerakan Terpadu Pengetasan Kemiskinan (Gerdu Taskin) Pola Mandiri melalui APBD Kabupaten Sumenep, yang akan dikucurkan kepada 10 Desa dari 10 Kecamatan di Kabupaten Sumenep, diharapkan betul-betul dilaksanakan secara amanah dan dapat dipertanggung jawabkan, baik dari sisi anggaran dan pelaksanannya di bawah. Dan diharapkan pula tidak ada potongan sepersen pun terhadap anggaran yang sudah dialokasikan, yakni sebesar Rp. 150 juta kepada masing-masing Desa penerima. Hal tersebut ditegaskan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Syafi'ie Untung, MM, ketika memberikan sambutan pada kegiatan Lokakarya Pra Pelaksanaan Program Gerdu Taskin Pola Mandiri Kabupaten Sumenep tahun 2009 di Aula kantor BPMP dan KB Sumenep, Rabu pagi tadi (30/09). “Kami harapkan tidak ada potongan sepersenpun terhadap pelaksanaan Gerdu Taskin ini. Apabila memang menjadi haknya silahkan diambil sesuai dengan yang telah dialokasikan bagi pengelola,†tegas H. Syafi'ie. Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BPMP-KB Kabupaten Sumenep, Drs. Munif Hidayat, memaparkan, kegiatan lokakarya di Kabupaten Sumenep ini diharapkan bisa memberi penjelasan terhadap pelaksanaannya, agar bisa menjadi media tukar pendapat, pemberian saran antar Desa maupun koordinasi untuk mengintegrasikan kegiatan yang sama melalui pola pengelolaan kegiatan bersama sehingga lebih efektif. Disamping itu, tegas Hanif agar bisa menjadi koordinasi dan konsultasi dengan dinas/intansi terkait untuk dukungan fasilitasi dan bantuan teknis. Sedangkan dalam pelaksanannya setelah dikurangi biaya operasional (BOP) dan bantuan langsung masyarakat (BLM), dana gerdu taskin diperuntukkan untuk pemberdayaan masyarakat sebesar 10%, pemberdayaan lingkungan dalam bentuk padat karya 40% dan pemberdayaan usaha sebesar 50%, dengan minimal 80% kegiatan simpan pinjam bagi Pokmas UEP dan maksimal 20% diinvestasikan pada usaha sektor riil pengurus UPK. (Ren, Adjie)