Sumenep-Kominfo News Room : Untuk mencari titik temu dalam rangka penyelesian pasca kebakaran Pasar Anom, Komisi B DPRD Sumenep dan Tim Penanganan Perbaikan Pasar Anom bersama perwakilan pemilik kios dan toko yang terbakar, duduk satu meja di Gedung DPRD Sumenep selasa pagi (30/10). Dari hasil pertemuan tersebut terungkap berbagai penyelesian seperti lokasi pembangunan kios dan toko serta bantuan modal. Asisten Ekonomi Pembangunan Ir.H. Djasmo, M.Si selaku Ketua Tim menuturkan, bahwa Tim melakukan pengukuran tempat penampungan pedagang untuk lokasi Toko 32 unit, Stand 44 unit dan Kios 85 unit di Areal Parkir Utara Dan Selatan dari pintu masuk. Namun kalau lokasi itu tidak bisa menampung sebanyak 161 kios dan toko, pihaknya akan menacari alternatif lain, diantaranya lokasi penampungan di luar area Pasar Anom atau pedagang yang sebelumnya memiliki 5 kios atau toko, secara suka rela di areal penampungan sementara mendapat jatah 2 kios saja, sehingga lokasi tersebut mampu menampung pedangang yang tertimpah musibah itu. H. Djasmo mengatakan, pemerintah daerah sangat kesulitan jika harus menyalurkan bantuan permodalan melalui Instansi Pemerintah, sebab sesuai dengan peraturan, penyalurkan bantuan keuangan harus melalui Perbankan. Karena itu pemerintah daerah akan menfasilitai pedangan dengan perbankan, namun yang jelas pemerintah daerah tetap akan memberikan bantuan melalui APBD dalam bentuk hibah untuk pembayaran bunga pinjaman pedagang kepada Perbankan. Sementara itu, Kepala Bagian Pendapatan Badan Pengelola Keuangan Dan Kekayaan Daerah (BPKD) Sumenep yang membawahi pengelolaan pasar Muhammad Suparto mengatakan, akibat kebakaran Pasar Anom pedagang pemilik kios dan toko kerugiannya diperkirakan mencapai + 5 milliar, namun angka kerugian tersebut masih belum final, sebab berdasarkan pendataan pihak Kepolisian, pedagang pemilik kios dan toko yang terbakar, total kerugian setiap hari bertambah. ( Yasik, Soek )