Lomba Balap Merpati Liga Madura putaran kedua dilaksanakan di Sumenep mulai tanggal 27, 28 Februari dan berakhir minggu 1 maret kemarin bertempat dilapangan Balap Merpati di desa Babbalan Kecamatan Batuan Sumenep. Antusias para penggemar merpati balap dimadura pada umumnya dan di sumenep khususnya patut diacungi jempol,terbukti dengan banyaknya peserta yang mendaftarkan diri mengikuti lomba. Pada hari pertama lomba sprint tiket yang terjual sampai dengan seri S sedangkan pada hari sabtu lomba Galatama terjual sampai seri Q,dan pada lomba utama kemarin diikuti oleh 170 peserta. Tampil sebagai juara I pada lomba utama burung yang bernama Brawijaya asal sumenep dan ditempat kedua burung Selat Madura juga dari Sumenep,sedangkan burung dari pamekasan menempati juara III bernama HPR. Pelaksanaan Lomba liga madura kali ini berjalan dengan lancar meskipun cuaca pada hari jum'at agak sedikit gerimis namun antusias peserta tidak kunjung surut. pada pelaksanaan hari minggu sedikit terjadi insiden kecil yaitu ketika burung yang bernama Bencana asal kota sampang berhadapan dengan burung dari Difir Team asal pamekasan, hakim menunjuk bencana sebagai pemenang namun team Difir kurang puas atas keputusan hakim (let) mengajukan protes namun oleh dewan hakim yang memantau pengajuan protes tidak bisa diterima karena joki sudah turun dari patek, Team difir mengklaim bahwa protes itu tetap bisa diterima, karena merasa tidak turun dari patek, sedikit adu argumen tentang sah tidaknya protes yang diajukan berakhir dengan aksi walk out dari team Difir. Salah satu Penggemar sekaligus Anggota Panitia menyampaikan bahwa Hal seperti itu lumrah terjadi disetiap acara lomba namun sambungnya kegemaran kita pada balap burung merpati ini janganlah untuk menambah permusuhan namun sebagi ajang mencari teman dan menyalurkan hobi kita khususnya yang senang balap merpati. Dan juga berharap semoga balap merpati mendapat perhatian dari pemerintah daerah dapatnya ada sedikit anggaran sebagai pembinaan, sebab balap merpati sekarang merambah kancah nasional, dengan adanya pembinaan terhadap para penggemar burung merpati balap ini diharapkan dapat membawa nama Kabupaten Sumenep disetiap lomba Nasional yang rutin dilaksanakan setiap tahun dalam wadah resmi. (Ok.)