News Room, Sabtu ( 21/06 ) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Sumenep disamping melakukan kontrol dan kritik terhadap berbagai persoalan di tanah air rupanya juga ada LSM yang eksis memberikan masukan dan saran kepada pemerintah untuk dicarikan solusinya. Seperti halnya yang dilakukan LSM Administrasi Management Investigation (AMI) yang sering blusukan turun ke daerah terpencil, bahkan ke kepulauan yang ada di Sumenep, seperti yang dilakukan saat ini. AMI kembali menjelajah ke kepulauan Kangean, tepatnya di Kecamatan Arjasa dan Kangayan. Dari keterangan yang disampaikan Ketua AMI, Drs. R. Husein Tirtodhiredjo, melalui poselnya Sabtu (21/06) pihaknya saat ini sedang dalam perjalanan melakukan investigasi di daerah kepulauan Sapapan Desa Saobi. Saat itu Husein mengaku sedang bersama masyarakat setempat melakukan pembangunan jembatan Kerapok yang dilakukan dengan dana swadaya masyarakat. Karena memang jembatan tersebut amat dibutuhkan untuk kelancaran perekonomian masyarakat kepulauan. Disamping itu menurut Husein, pihaknya juga menemukan berbagai pekerjaan rekanan yang kurang maksimal, diantaranya proyek paving di Desa Tembayangan Kecamatan Kangayan pulau Kangean sepanjang 660 meter itu ternyata belum selesai dilaksanakan oleh rekanan lokal yang ditunjuk Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep. Kemudian pihaknya juga akan mengusulkan jalan tembus dari Desa Cellong ke Desa Pajenangger untuk dilakukan jalan beraspal guna menghubungkan 2 desa tersebut, sebab selama ini jalan yang dilewati, jika musim hujan berlumpur dan pada musim kemarau lumpurnya kering retak-retak dan sulit dijalani. Akhirnya masyarakat melewati persawahan, jika harus pergi ke desa sebelah. Disamping itu Husein mengaku juga melihat penanaman jati oleh Perhutani diarealnya sendiri, namun setelah beberapa waktu lalu banyak ditebang. Disamping tanaman baru juga terdapat tanaman baru yang tumbuh dari bekas pohon yang ditebang sebelumnya. Sehingga membaur dengan tanaman baru hasil reboisasi. Namun untuk lahan masyarakat dan sebagian lahan pemerintah menurut Husein, juga perlu dilakukan penanaman pohon baru agar tidak menjadi gersang dan gundul seperti tidak pernah terjamah. Karena itu AMI mengajukan ke Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep yang akan melakukan revitalisasi pohon kelapa di Sumenep, agar kepulauan Kangean juga mendapatkan alokasi penanamannya. Akhirnya Dishutbun Sumenep merespon baik, bahkan menurut Husein akan dialokasikan sekitar 2.000 bibit pohon kelapa disana. ( Ren, Esha )