News Room, Senin (30/03) Kepedulian terhadap lingkungan sosial masyarakat harus terus ditanamkan oleh generasi muda, khususnya mahasiswa yang memiliki pola pikir kritis dalam menyikapi permasalahan yang terjadi masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Ketua LSM FIKKRI Sumenep, KHR. Khairul Amin, SH di sela-sela kegiatan sunnatan massal pada 32 anak kurang mampu di Desa Padike, Kecamatan Talango, pada Minggu (29/03). Khairul mengatakan salah satu bentuk nyata yang harus dilakukan mahasiswa, yakni melakukan pendekatan secara psikologis terhadap masyarakat, sehingga persoalan, keluhan dan harapan masyarakat dapat difasilitasi menjadi sebuah hal yang nyata. “Ini merupakan kepelulian mahasiswa yang langsung turun di tengah-tengah masyarakat, ternyata disana ada sesuatu yang diharapkan dan ditunggu-tunggu oleh masyuarakat, salah satunya kegiatan sunnatan secara gratis ini.†Ujarnya. Menurutnya, upaya kerjasama yang dilakukan LSM FIKKRI dengan Mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Padike ini, merupakan kemitraan yang harus terus terjalin. sebab ide dan perhatian mahasiswa cukup peka terhadap situasi. Karena saat ini aksi sosial hanya dijadikan ajang untuk mencari popularitas kalangan Politisi yang hanya mencari popularitas saja. Seharusnya kegiatan mahasiswa yang mengarah pada hal yang positif untuk menjadi sebuah analisis untuk diaplikasikan dengan tindakan nyata, perlu mendapat perhatian semua pihak, termasuk instansi terkait yang menjadi sebuah obyek kegiatannya. Bukan malah bersikap apriori dan melakukan pembodohan terhadap karakter mahasiswa dan masyarakat yang betul-betul ingin mendapatkan pengakuan. Sementara Ketua Kelompok II KKN STKIP PGRI Sumenep di Desa Padike, Abd. Muid, mengaku sangat bangga dengan LSM yang peduli terhadap persoalan lingkungan sosial masyarakat. Sebab terkadang masih sulit ditemukan LSM yang memang benar-benar secara langsung memberikan langkah nyata dimasyarakat. Bahkan, selama ini banyak LSM terkesan tidak melakukan kegiatan sesuai kapasitasnya sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat. Dan justru hanya mencari kesalahan tanpa menyelesaikan masalah. Sebab menurut Abd. Muid, saat teman-teman mahasiswa terjun langsung di tengah-tengah masyarakat, banyak persoalan yang dihadapi masyarakat tanpa tahu kemana mereka harus melapor dan mengadukanmasalah tersebut. Karena itu pihaknya mencoba untuk melakukan langkah nyata sejauh mana perhatian lembaga masyarakat melakukan langkah nyata dalam memberikan solusi terhadap maslah yang di hadapi oleh masyarakat. Dengan banyaknya persoalan yang dihadapi masyarakat tersebut, piknyanya berharap kepada Pemerintah maupun lembaga sosial masyarakat. untuk lebih peduli, serta mengubah mind set, yang selama ini hanya menuntut untuk dilayani, menjadi pelayan bagi masyarakat. (Ren)