Sumenep Kominfo News Room : Pemerintah menganggarkan dana Biaya Opersaional Sekolah (BOS) untuk lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Diniyah Salafia sebesar Rp. 2 Trilyun. Sedangkan peruntukannya memprioritaskan Sekolah Madrasah Swasta dibandingkan sekolah Madrasah Negeri. Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI, MH. Said Abdullah mengatakan, dana BOS Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Diniyah Salafia mencaipai Rp.2 trilyun dengan total siswa penerima satu juta lebih, dan propinsi terbesar penerima dana tersebut yakni Propinsi Jawa Timur yaitu sebanyak 300 ribu siswa. Dalam program pemerintah tersebut, yang sebelumnya dana BOS 75 prosen untuk Madrasah Negeri dan 25 prosen Madrasah Swasta, namun setelah melalui pembahasan yang cukup alot tahun 2007 berubah total, dimana pemerintrah meprioritaskan pemanfaat dana BOS 90 prosen untuk Madrasah Swasta dan hanya 10 prosen untuk Madrasah Negeri. Said Abdullah menerangkan, Komisinya mengalihkan prioritas pemanfaat dana BOS tersebut, alasannya untuk mengejar ketertinggalan Sekolah Madrasah Swasta bukan dalam aspek pemerataan dengan sekolah Madrasah Negeri, mengingat pemerintah telah mendiskriminatifkan Sekolah Swasta selama 30 tahun. Dengan kebijakan baru tersebut, ternyata tidak sedikit tenaga pendidik yang berminat untuk mengajar di Sekolah Madrasah Swasta, padahal sebelumnya sekolah Madrasah Swasta sangat tidak mendapat minat dari tenaga pendidik. Menyingung target dana BOS untuk sekolah Madrsah Swasta, Said Abdullah menjelaskan, pihaknya menargetkan hingga tahun 2009 dan selanjutnya kembali ke format semula. Karena itu pihaknya berharap sekolah swasta mulai melakukan pembenahan pada aspek manejemen sekolah. ( Yasik,Soek, Esha )