Media Center, Kamis ( 24/05 ) Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Intelektual Mahasiswa (Lima) bersama Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS), Madura, Jawa Timur, melakukan demonstrasi di depan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, Kamis (24/05).
Dalam orasinya, para mahasiswa Sumenep ini menuntut usut tuntas dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum petugas Disperindag.
"Kami menduga ada praktik pungli disinyalir tengah berlangsung di pasar tradisional. Korbannya para pedagang dan pemilik kios," kata korlap aksi, Iklal Husein, Kamis (24/05).
Iklal mengungkapkan, berdasarkan hasil temuannya, ada indikasi pungli yang dilakukan oleh para petugas. Besaran retribusi yang diminta tidak sama dengan nominal yang tertera di karcis. Besaran retribusi yang ditarik bervariasi mulai dari Rp. 2000,- hingga Rp. 5000,-.
"Padahal angka nominal yang tertera di karcis itu cuma Rp. 1500,-. Ini kan sudah menyalahi aturan dan sarat dengan pungli," tuturnya.
Akibat dari aksi pungli itu, lanjut Iklal, para pedagang dalam hal ini menjadi korban pungli, dan rakyat terkena kebohongan oleh kongkalikong dari petugas.
"Maka dari itu kami meminta usut tuntas pelaku pungli pasar, Disperindag harus tegas dan pecat kepala UPT yang tersangkut pungli," tegasnya.
Para mahasiswa itu kemudian berhenti berorasi setelah ditemui oleh petinggi dinas tersebut.
Kepala Disperindag Kabupaten Sumenep, Syaiful Bahri mengatakan akan menindaklanjuti soal temuan mahasiswa itu.
Syaiful juga meminta, apabila benar ditemukan adanya pungli, maka laporkan saja ke pihak yang berwajib.
"Jika ini benar, maka akan kami tindak tegas," tukasnya. ( Nita, Esha )