Sumenep-Infokom News Room : Masyarakat Madura khususnya bagi para pelaut dan masyarakat di pesisir pantai, agar waspada terhadap kondisi musim hujan saat ini yang terkadang bersama angin kencang secara tiba-tiba. Untuk itu masyarakat khususnya para pelaut agar dapat berhati-hati memperhatikan cuaca dengan baik, misalnya dengan tidak melaut apabila cuaca dalam keadaan buruk. Demikian himbauan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) di Lojikantang Kalianget, Asmunawar, ST, Senin (11/01) kemarin melalui surat edarannya yang diberikan kepada masing-masing instansi terkait. Dijelaskan, bahwa dalam dua bulan kedepan Pulau Jawa termasuk Madura akan mengalami cuaca hujan disertai angin kencang yang diakibatkan awan Cumulus Numbus (CB), yaitu terbentuknya kumpulan angin (konvergensi) diatas pulau Jawa dengan kecepatan antara 75-100 Km/ jam, sehingga angin ini biasanya mampu merobohkan pohon dan rumah yang kurang kuat penyanggahnya. Informasi yang berhasil dihimpun News Room, angin kencang yang diakibatkan awan CB ini, pernah terjadi di Desa Gersik Putih Kecamatan Gapura, Pelabuhan Kalianget dan di Pulau Poteran Kecamatan Talango sekitar tahun 1990 lalu. Angin yang berwarna putting beliung biasa disebut oleh masyarakat Madura dengan sebutan “Angin Puyuh� itu selain sempat merusak bangunan dipinggir pantai juga bisa mengangkat atap seng gudang penyimpanan garam hingga 5 Km dari tempatnya. ( Ren, Fj, Esha )