Sumenep-Kominfo News Room : Banyaknya kejadian gempa bumi yang melanda Indonesia baru-baru ini, membuat sebagian orang memanfaatkannya untuk menyebarkan issue akan terjadi gempa bumi di Surabaya, umumnya Jawa Timur. Kepala Stasiun Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Juanda Surabaya, Drs. Srihadi Budihardjo dalam releasenya, Senin kemarin (24/07) menjelaskan, pada dasarnya gempa bumi itu sampai saat ini belum atau tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. “Karena itu, bila ada informasi yang menyebutkan bahwa akan terjadi gempa bumi sekian jam yang akan datang, maka informasi itu hanyalah issue yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi itu datangnya bukan dari BMGâ€, tuturnya. Srihadi mengimbau, bila masyarakat menerima informasi tentang akan terjadi gempa bumi, agar tidak menghiraukan issue itu. “Tapi masyarakat harus tetap waspada. Karena wilayah Indonesia termasuk Jawa Timur merupakan wilayah yang rentan terjadi gempa bumiâ€, ujarnya. Sementara meski telah memasuki musim kemarau, namun Jawa Timur bagian selatan, khususnya daerah pegunungan, seperti Malang, Pacitan, Trenggalek, dan Blitar diprakirakan masih berpeluang hujan, dengan intensitas ringan, terjadi pada sore dan malam hari. Seperti dituturkan Koordinator Analisa Data BMG Tanjung Perak Surabaya, Soemaryo, intensitas curah hujan di daerah pegunungan diperkirakan ringan, yakni kurang dari 0,5 mm/jam. Tetapi bisa juga berintensitas sedang antara 0,5-4,0 mm/jam dan intensitas lebat diperkirakan lebih dari 4,0 mm/jam. Namun pada umumnya keadaan cuaca cerah berawan, dengan suhu udara relatif dingin antara 16-33 derajat celcius. Hal ini, di karenakan masa udara yang melintas bersifat kering dan suhu muka laut di perairan Indonesia yang masih panas. Dikatakan Soemaryo, tinggi gelombang di Laut Jawa dan Samudera Indonesia, cukup signifikan, yaitu untuk tinggi gelombang di Laut Jawa antara 1,4-2,7 meter dan di Samudera Hindia 1,7-3,2 meter. “Bagi pelayaran dan nelayan, hendaknya berhati-hati, karena gelombang dapat merubah arah kapal dan berbahaya,†imbaunya. Sementara di perairan Bawean, sebagian Masalembu, utara Madura, diprakirakan cukup aman. Tinggi gelombang Bawean antara 1,3- 2,6 meter dan Selat Madura antara 0,3-0,6 meter. ( JNR, Esha )