Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-08-2007
  • 550 Kali

Masyarakat Madura Akan Gelar Musyawarah Besar III

Sumenep-Kominfo News Room : Masyarakat Madura akan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) III di Surabaya. Musyawarah ini bertujuan untuk mengumpulkan ulama, intelektual, tokoh masyarakat dan pengusaha asal Madura untuk memberikan masukan bagi kemajuan masyarakat Madura secara keseluruhan. Hal ini dikatakan Ketua Panitia Musyawarah Besar Masyarakat Madura, H. Ali Badri, di Surabaya, Jumat (24/08). Selama ini banyak masyarakat Madura yang berhasil menjadi pengusaha besar dan menjadi pejabat negara. Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memajukan Madura,katanya. Selain itu, pulau yang terkenal dengan sebutan Pulau Garam ini, juga mempunyai potensi alam cukup besar yang bisa menjadi komoditi unggulan Madura. Dirinya mencontohkan, tembakau dan garam asal Madura merupakan produk terbaik bertaraf internasional. Selain itu, sapi merah Madura yang menghasilkan daging yang sangat gurih juga mampunyai skala internasional. Padahal sapi ini masih dibudidayakan secara tradisional,ujarnya. Ali Badri juga menjelaskan, masih banyak potensi alam di Madura yang masih bisa dimaksimalkan, seperti tambang minyak, rumput laut, jagung dan cabe jamu yang terkenal. Di bidang pariwisata Madura juga tidak mau ketinggalan. Ada beberapa tempat wisata yang keindahannya tidak kalah dengan tempat wisata di Bali yang diakui di luar negeri, yaitu pantai Lombang dan Slopeng. Kedua pantai ini Menurut Ali, keindahannya tidak kalah dengan pantai Kuta Bali. Menurut Ali Badri, jika seluruh potensi ini dimaksimalkan, maka bukan tidak mungkin Jawa Timur khususnya Madura akan mendapatkan pendapatan yang sangat besar. Musyawarah ini akan diikuti sekitar seribu masyarakat Madura. Mantan Gubernur Jawa Timur, RP. H. Muhammad Noor, yang akan menjadi keynote speaker pada acara ini mengatakan, mengumpulkan tokoh Madura ini sebagai bentuk kepedulian untuk mengembangkan daerah Madura. Ketika disinggung tentang sikap kesukuan, dengan tegas dirinya menolak hal ini dianggap sikap kesukuan tanpa mengindahkan nasionalisme. Menurutnya, musyawarah ini memang untuk masyarakat Madura, namun juga untuk kemajuan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Rasa nasionalisme harus menjadi nomor satu, ujar H. M. Noor yang juga sebagai penyelenggara. ( JNR, Esha )