News Room, Sabtu ( 06/09 ) Keinginan masyarakat kepulauan Masalembu terhadap penerangan lampu, khususnya di malam hari, dalam beberapa waktu ini sebagian sudah mulai menikmati. Sebab mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang sempat lama tidak beroperassi hampir setahun ini sudah dapat dinikmati masyarakat, meski belum dapat memenuhi semua masyarakat di kepulauan Masalembu. Camat Masalembu, Moh. Mansyur, S.Sos mengungkapkan, pihaknya mengaku cukup lega, karena sebagian masyarakat sudah dapat menikmati aliran listrik, meski masih belum dipasang KWh meter sebagaimana mestinya. Dan masih sekitar 200 pelanggan lebih yang bisa menikmati. Dan diharapkan kedepan dapat bertambah. Namun dari kesepakatan yang dilakukan bersama antara pengelola dan masyaraka,t masing-masing rumah pelanggan hanya diberi jatah maksimal 2 lampu. Dengan membayar setiap hari per-lampu sebesar Rp. 750,00 jadi sekitar Rp. 22.500,00 setiap bulannya. Meski diakui Mansyur, masyarakat mengaku senang. Utamanya dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, mereka bisa melaksanakan Sholat Taraweh dan bersaur dengan nyaman, karena ada penerangan lampu. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun sebagian masyarakat sudah ada yang menyambung listrik diesel milik warga. Namun saat ini, bagi mereka yang menyambung listrik PLTD yang dikelola PT. Angkasa Perkasa ini dapat lebih maksimal menikmati penerangan. Memang diakui saat ini penerangan masih di batasi pada malam hari, yakni mulai pukul 17.00 hingga pukul 23.30 WIB dan pukul 02.30 hingga pukul 05.00 WIB. khusus pada bulan Ramadhan, sedangkan biasanya hanya dari pukul 17.00 hingga 12.00 WIB. ( Ren,Esha )