News Room, Senin ( 07/05 ) Akibat angin ribut dan gelombang besar yang menghantam pinggir pantai di Pulau Giliyang, tepatnya di Desa Bancamara Kecamatan Dungkek, yang mengakibatkan ambruknya tangkis laut beberapa waktu lalu, membuat warga terus waswas, karena bibir pantai terus dikikis air laut. Bahkan, rumah yang berada tepat dipinggir pantai sudah ada yang ambruk dan terpaksa ditinggal penghuninya numpang dirumah familinya. Sebab, meskipun tidak seperti sebelumnya, saat ini angin terkadang masih sering datang tiba-tiba. Kepala Desa Bancamara, Rasyidi, SH kepada News Room tadi siang, Senin (07/05) mengungkapkan, pihaknya berharap pihak terkait segera melakukan langkah-langkah, agar menghindari kerusakan lebih parah. Sebab, sejak terjadi kerusakan hingga saat ini tidak ada yang melihat kesana. “Warga sekitar hanya bisa membuat tonggak perahu disamping tempat tangkis laut, karena sudah tidak bisa dipakai,”ujarnya. Menurut Rasyidi, perhatian pemerintah terhadap daerahnya sudah cukup bagus, hanya saja untuk melaksanakan pembangun kembali seperti tangkis laut tersebut harus dilakukan dengan perencanaan yang matang, utamanya terkait waktu pelaksanaan. Sebab, jika tidak dikhawatirkan akan terjadi seperti yang sudah-sudah. “Kami sudah pernah mengungkapkan apabila dimungkinkan untuk pembangunan kembali tangkis laut tersebut hendaknya dilakukan dengan melibatkan warga setempat,”tambahnya. ( Ren, Esha )