Sumenep-Infokom News Room : Untuk mengatasi dampak negatif dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan oleh pemerintah pusat sejak Oktober 2005 lalu, maka Pemerintah Propinsi Jawa Timur dalam APBD 2006 ini memprogramkan akan mengucurkan bantuan dana kepada masyarakat miskin se Jatim dengan anggaran sebesar Rp. 500 milyar. Demikian diungkapkan Drs. H. Darwies Maszar, MM, Anggota DPRD Propinsi Jatim dari Dapil X, usai menghadiri rapat di Sekretariat DPC PKB, beberapa waktu lalu. H. Darwies menuturkan, bantuan tersebut memang dialokasikan kepada orang miskin yang ada di wilayah Jawa Timur, dengan masing-masing Desa akan mendapatkan bantuan sebesar Rp. 125 juta. Menurut H. Darwies, bantuan itu akan diberikan melalui proyek padat karya, sehingga, bantuan tersebut bukan hanya pemberian belaka, melainkan untuk mengupayakan memberikan lapangan kerja kepada orang yang tidak mampu, agar menghasilkan keuntungan. Karena, bantuan tersebut, nantinya akan diserahkan kepada masing-masing kelompok atau Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), untuk mengelola dan menjadi sebuah badan usaha, namun tetap melibatkan pemerintah kabupaten. Artinya, dalam kucuran bantuan ini, Pemkab tetap ikut andil dalam kelancaran bantuan tersebut. H. Darwies menerangkan, untuk menghindari penyalah gunaan maupun penyimpangan terhadap bantuan ini, Pemprop menyerahkan sepenuhnya kepada anggota DPRD Jatim, untuk mengawasi pelaksanaan bantuan tersebut di masing-masing Daerah Pilihan (Dapil). H. Darwies menilai, bantuan itu sangat tepat, dibandingkan dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilakukan pemerintah pusat. Karena, bantuan dari Pemprop Jatim ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas yang dimiliki masyarakat miskin. Selanjutnya H. Darwies menjelaskan, pihaknya tidak bisa memastikan kapan bantuan tersebut akan dikucurkan, karena program ini muncul setelah APBD 2006 ditetapkan, namun yang jelas bantuan tersebut akan dikucurkan dalam waktu dekat ini. ( Nita, Esha )