News Room, Senin ( 09/06 ) Puluhan masyarakat kepulauan Kangean mendatangi gedung DPRD Sumenep. Kehadiran masyarakat kepulauan Kangean tersebut untuk beraudiensi dengan Komisi A DPRD Sumenep, terkait dengan gonjang-ganjing operasi motor bodong di daerah setempat. Juru bicara mayarakat kepulauan Kangean, Surarawi menyatakan, pihaknya meminta agar pihak terkait di Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mencarikan solusi yang bijak agar persoalan operasi motor bodong di wilayahnya tidak menyalahkan masyarakat sebagai pemakai, sebab pihaknya menilai beroperasinya motor bodong di kepuluan Kangean itu merupakan kesalahan kolektif. Akibat pelaksanaan opersai motor bodong tersebut, masyarakat merasa resah, bahkan secara psikologis tertekan, mengingat belum ada kejelasan tentang penyelesiannya. Surarawi menyatakan, pihaknya menawarkan penyelesaian melalui 3 alternatif, yang pertama pembentukan Polsektif, tujuannya untuk menutup perkembangan motor gelap, regestrasi motor gelap dan penentuan retribusi setiap tahun, serta target data motor gelap dan pemberlakuan SIM dan helm pengaman. Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Sumenep, KH. Imam Hasyim, SH mengungkapkan, saat ini telah ada langkah positif dari pihak Polres Sumenep untuk mengadakan pertemuan dengan Legislatif dan Eksekutif dalam rangka membahas persoalan dan penyelesaian motor bodong di kepuluan Kangean. Hanya saja, pihaknya berharap solusi persoalan motor bodong itu tidak merugikan sepihak, ibarat orang mengiris bambu, namun pengambilan solusi harus bijaksana. KH. Imam Hasyim menambahkan, pihaknya tetap mendukung pelaksnaan operasi motor bodong di kepulaun, sebab langkah tersebut demi penegakan hukum dan menyadarkan masyarakat agar taat hukum. Karena itu, pihaknya menyambut posotif upaya Polres Sumenep menghentikan sementara waktu pelaksanaan operasi motor bodong, seiring menungggu pertemuan bersama untuk mencari penyelesaian terbaik. ( Yasik, Esha )