News Room Senin ( 07/03 ) Ulang Tahun Masyarakat Seni Pesisir (MSP) Kabupaten Sumenep yang Ke 4 yang dirangkai dengan diskusi serta penampilan-penampilan, baik baca puisi, tari, dan teater, dipusatkan di halaman SKB/AKNS Batuan Sumenep, Minggu (06/16).
Hadir dalam acara tersebut pengurus MSP dan Ketua LESBUMI-NU, Mien A. Mien, Turmidzi Jaka (Komunitas Musik Dzikir Sumenep), dan dari berbagai Sanggar yang ada di Kabupaten sumenep.
Menurut Ketua MSP Sumenep, Mahendra Cipta yang biasa disapa Eeng mengatakan, bahwa masyarakat pecinta seni itu berangkat dari ketiadaan atau kekosongan.
Dikatakan, untuk memulai berproses para pecinta seni di manapun dan di tempat apapun, serta dalam kondisi apapun, mereka harus peka terhadap sesuatu yang ada di sekitarnya, jangan mengandalkan alat atau peralatan yang harus di persiapkan untuk tampil dan mengimplementasikan sesuatu. Apapun yang ada di sekitar kita itu adalah alat untuk berproses, sehingga kita bebas untuk berekspresi.
Untuk itu lanjut Eeng, pada Ultah Ke 4 ini, pihaknya dan teman-teman tidak ada persiapan apapun untuk acara ini. Eeng juga mengajak semua yang hadir untuk membantu memajukan Lembaga Seni Budaya Muslimin Nahdlatul Ulama (LESBUMI-NU) Sumenep, untuk berperan aktif di dalam kepengurusan, siapapun bisa masuk dan berkontribusi dengan LESBUMI-NU Sumenep.
Sementara itu menurut Ketua Sanggar Batik Assalam, Humaidi selaku koordinator acara tersebut, berharap agar ruh seni dan budaya kita tidak tergerus oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan berorientasi pada bisnis semata, serta menjaga lingkungan dari kepentingan pihak asing. Untuk itu, mari kita sama-sama bergerak untuk menjaga tradisi dan adat Sumenep. ( Rahman, Fer )