Sumenep-Infokom News Room : Ancaman penyakit busung lapar yang melanda berbagai daerah ditanah air, ternyata hal itu tidak terjadi di Kabupaten Sumenep. Menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Shinta W. Oetomo mengatakan, bahwa di Sumenep masih jauh dari predikat penyakit yang mengerikan itu. Namun pihaknya tidak menepis kemungkinan bahwa masih ada balita yang mengalami buruk gizi kendati pihaknya telah memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas yang dibantu oleh relawan dari Fatayat dan Muslimat NU Sumenep. Shinta Oetomo menerangkan, kasus gizi buruk yang terjadi diujung timur Pulau Karapan Sapi ini masih tergolong penyakit gizi buruk sedang dan gizi buruk ringan. Dan berkat bantuan dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur, khususnya antisipasi busung lapar berat, seperti pembesaran liver dan limpa belum pernah terjadi di Sumenep. Namun demikian Shinta menambahkan, hal tersebut sudah bisa ditanggulangi secara sempurna dan telah ada indikasi sembuh, sehingga tidak sampai pada buruk gizi berat yang berakibat pada penyakit busung lapar. Bahkan menurut dr. Shinta, untuk pengobatan buruk gizi ringan dan sedang diberikan secara gratis dan dapat bantuan dari Propinsi. Shinta Oetomo mengakui, kasus buruk gizi ringan dan buruk gizi sedang yang terjadi di Sumenep, hanya terjadi di Kecamatan Kota dan Kecamatan Manding Shinta menandaskan, sebagai sosialisasi tersebut pihaknya dibantu oleh LSM-LSM wanita, LSM Agama, seperti Fatayat dan Muslimat NU yang telah dibentuk sebagai kader yang diajari tata cara memberikan makanan terhadap balita, agar seimbang di Pusat Gizi Surabaya. Untuk itu dengan maraknya penyakit busung lapar yang melanda di berbagai daerah di Indonesia, kini pihaknya mendapat perintah khusus dari Depkes dan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, sekitar bulan Mei dan Juni 2005 untuk tetap waspada terhadap penyakit busung lapar. ( Yasik, Esha, Im )